TIDAK sedikit wanita enggan minum kopi karena tak aman untuk kesehatan. Anggapan itu tidak seratus persen benar, karena wanita boleh meminum kopi selama jumlah yang dikonsumsi per hari tidak berlebihan.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustino Romulo selaku Associate Manager Nutrifood Research Center. Beberapa penelitian menunjukkan, mereka yang rutin mengonsumsi kopi (namun tidak berlebihan) diketahui memiliki tingkat risiko terkena penyakit jantung dan diabetes yang lebih rendah. Namun perlu diingat bahwa masih terdapat faktor-faktor lain, seperti faktor keturunan dan gaya hidup, yang juga berpengaruh terhadap tingkat risiko penyakit-penyakit tersebut.
“Jika Anda suka mengonsumsi kopi, saya sarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 3 gelas per hari. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, kafein pada kopi dapat meningkatkan denyut jantung sehingga dada terasa berdebar, menyebabkan gangguan tidur, serta menyebabkan seseorang merasa gelisah. Namun, khusus bagi mereka yang sensitif kafein, saya sarankan untuk menghindari kopi,” kata Agustino.
Selain itu, sambungnya, perhatikanlah jumlah gula atau creamer yang ditambahkan dalam kopi Anda. Komponen-komponen tambahan ini dapat berkontribusi terhadap asupan kalori yang masuk ke tubuh Anda. Pemakaian secara berlebihan justru dapat memengaruhi berat badan sehingga penggunaannya perlu dikontrol.
Selasa, 23 November 2010
Pinggang & Punggungku Sakit, Normalkah?
SELAMA kehamilan, terkadang ibu hamil mengalami berbagai keluhan. Salah satunya yang sangat mengganggu adalah masalah sakit punggung dan pinggang, bahkan hingga panggul ketika hamil.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai keluhan sakit pinggang dan punggung yang biasanya dialami bumil, dr Marko Antonio Suprantiyo, SpOG dari Rumah Sakit Pelni memberikan penjelasannya.
Keluhan sakit pinggang dan punggung pada bumil kerap terjadi saat memasuki trimester tiga. Penyebabnya antara lain karena perut semakin membesar -akibat bertambahnya berat janin beserta ketuban dan lainnya- sehingga ikut menambah beban tubuh bumil.
Selain itu, sakit pada pinggang dan punggung yang dialami bumil bisa pula disebabkan karena adanya kontraksi dari rahim. Hal ini wajar terjadi dan tidak membahayakan sang janin. Pasalnya, sesekali rahim memang berkontraksi bergantung dari aktivitas si ibu.
Istirahat Cukup
Kontraksi biasanya terjadi sebentar-sebentar lalu hilang. Nah, akibat kontraksi itu, timbul rasa nyeri di pinggang dan juga punggung. Kontraksi ini dapat terjadi kapan saja, baik pada trimester satu, dua ataupun tiga.
Kadar sakit akibat kontraksi ini bersifat subjektif, sehingga keluhan yang dialami tiap bumil berbeda-beda. Ada yang mengeluh sakit sekali dan ada pula yang tidak.
Secara umum bisa digambarkan bahwa jika kontraksi yang dialami semakin kuat, maka rasa nyeri akan lebih jelas terasa pada daerah pinggang hingga punggung bagian atas. Tak perlu terlalu risau, jika hal ini terjadi cukup beristirahat saja.
Waspadai Keluar Darah dari Vagina
Untuk mengetahui apakah sakit pinggang dan punggung bagian atas itu normal atau tidak sebenarnya mudah saja. Jika sakit pada bagian tersebut hilang- timbul, lalu hilang tanpa disertai keluarnya darah dari vagina, maka sakit pinggang dan punggung tersebut dikatakan normal.
Namun, jika sakit pinggang dan punggung belakang sampai menyebabkan keluarnya darah pada vagina, maka bumil perlu waspada. Bumil harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Keluarnya darah atau vlek pada bumil baik pada trimester awal hingga akhir harus selalu diwaspadai.
Mengingat kontraksi selalu berpotensi untuk mengeluarkan darah -biasanya dari plasenta– maka waspadai semua warna darah yang keluar, mulai dari yang warnanya cokelat (vlek), merah ataupun hitam. Semua itu harus dilakukan evaluasi atau pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebabnya.
Selain itu, bila merasa bahwa sakit pada pinggang dan punggung tersebut sudah terasa sangat mengganggu (hilang-timbul namun terjadi dalam jangka waktu lama) sebaiknya periksakan ke dokter.
Awas Ketuban Pecah
Jika rasa sakit pada pinggang dan punggung terasa sangat hebat, ketuban dapat saja pecah. Walau jarang terjadi, tak ada salahnya bila bumil berhati-hati.
Mengingat kontraksi dapat terjadi pada trimester apa saja, maka kunci utama untuk mencegah terjadinya kontraksi adalah menjaga tubuh bumil agar tidak terlalu lelah. Penyebab sakit pinggang hingga punggung bagian atas ini bukan karena bumil kekurangan makanan atau minuman tertentu. Walau begitu, tetap perhatikan kecukupan nutrisi selagi hamil seperti seperti kalsium, zat besi dan suplemen lainnya.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai keluhan sakit pinggang dan punggung yang biasanya dialami bumil, dr Marko Antonio Suprantiyo, SpOG dari Rumah Sakit Pelni memberikan penjelasannya.
Keluhan sakit pinggang dan punggung pada bumil kerap terjadi saat memasuki trimester tiga. Penyebabnya antara lain karena perut semakin membesar -akibat bertambahnya berat janin beserta ketuban dan lainnya- sehingga ikut menambah beban tubuh bumil.
Selain itu, sakit pada pinggang dan punggung yang dialami bumil bisa pula disebabkan karena adanya kontraksi dari rahim. Hal ini wajar terjadi dan tidak membahayakan sang janin. Pasalnya, sesekali rahim memang berkontraksi bergantung dari aktivitas si ibu.
Istirahat Cukup
Kontraksi biasanya terjadi sebentar-sebentar lalu hilang. Nah, akibat kontraksi itu, timbul rasa nyeri di pinggang dan juga punggung. Kontraksi ini dapat terjadi kapan saja, baik pada trimester satu, dua ataupun tiga.
Kadar sakit akibat kontraksi ini bersifat subjektif, sehingga keluhan yang dialami tiap bumil berbeda-beda. Ada yang mengeluh sakit sekali dan ada pula yang tidak.
Secara umum bisa digambarkan bahwa jika kontraksi yang dialami semakin kuat, maka rasa nyeri akan lebih jelas terasa pada daerah pinggang hingga punggung bagian atas. Tak perlu terlalu risau, jika hal ini terjadi cukup beristirahat saja.
Waspadai Keluar Darah dari Vagina
Untuk mengetahui apakah sakit pinggang dan punggung bagian atas itu normal atau tidak sebenarnya mudah saja. Jika sakit pada bagian tersebut hilang- timbul, lalu hilang tanpa disertai keluarnya darah dari vagina, maka sakit pinggang dan punggung tersebut dikatakan normal.
Namun, jika sakit pinggang dan punggung belakang sampai menyebabkan keluarnya darah pada vagina, maka bumil perlu waspada. Bumil harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Keluarnya darah atau vlek pada bumil baik pada trimester awal hingga akhir harus selalu diwaspadai.
Mengingat kontraksi selalu berpotensi untuk mengeluarkan darah -biasanya dari plasenta– maka waspadai semua warna darah yang keluar, mulai dari yang warnanya cokelat (vlek), merah ataupun hitam. Semua itu harus dilakukan evaluasi atau pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebabnya.
Selain itu, bila merasa bahwa sakit pada pinggang dan punggung tersebut sudah terasa sangat mengganggu (hilang-timbul namun terjadi dalam jangka waktu lama) sebaiknya periksakan ke dokter.
Awas Ketuban Pecah
Jika rasa sakit pada pinggang dan punggung terasa sangat hebat, ketuban dapat saja pecah. Walau jarang terjadi, tak ada salahnya bila bumil berhati-hati.
Mengingat kontraksi dapat terjadi pada trimester apa saja, maka kunci utama untuk mencegah terjadinya kontraksi adalah menjaga tubuh bumil agar tidak terlalu lelah. Penyebab sakit pinggang hingga punggung bagian atas ini bukan karena bumil kekurangan makanan atau minuman tertentu. Walau begitu, tetap perhatikan kecukupan nutrisi selagi hamil seperti seperti kalsium, zat besi dan suplemen lainnya.
Obat Lupus Terbaru Mulai Dikembangkan
OBAT baru yang efektif dan berkhasiat menyembuhkan pasien lupus sudah disetujui. Obat dengan nama Benlysta tersebut sepertinya akan menjadi obat pertama penyakit lupus dalam lima dekade terakhir.
Harapan pasien penyakit lupus akan hadirnya obat yang bisa memberi kesembuhan bagi mereka tampaknya akan segera terjawab. Obat baru hasil kerja sama Human Genome Science dan GlaxoSmithKline dinyatakan lolos dari uji klinis kedua oleh anggota dewan penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration/ FDA).
Dengan skor terakhir pemungutan suara 13:2, FDA akhirnya menyetujui dikembangkannya obat belimumab atau disebut juga dengan nama Benlysta itu pada Selasa (16/11). Obat yang mampu menekan sistem imun yang menyerang organ tubuh pasien penyakit lupus ini berpotensi menjadi obat pertama penyakit lupus dalam lima dekade terakhir.
Penyakit lupus sendiri adalah penyakit sistem daya tahan atau autoimun.Ini artinya, tubuh pasien lupus membentuk antibodi yang salah arah, merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah merah, leukosit, atau trombosit.
Antibodi seharusnya berfungsi untuk melawan bakteri ataupun virus yang masuk ke dalam tubuh. Benlysta bekerja dengan menghambat produksi antibodi tersebut. Dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada anggota dewan penasihat sebelum pemungutan suara, FDA telah mengeluarkan pernyataan terkait beberapa kekhawatiran tentang kemanjuran dan keamanan obat tersebut. Namun, para ahli lainnya menyatakan optimisme tentang manfaat obat.
”Saya benar-benar berpikir obat ini berkhasiat,” kata Sandra C Raymond, Presiden & CEO pada Lupus Foundation of America, yang menghadiri pertemuan panel anggota dewan penasihat tersebut.
”Yang saya dengar soal keberhasilan (pasien lupus yang meminum obat ini) adalah cukup kuat,” tambahnya seperti dikutip laman healthday.com.
Dalam proyek uji klinis Bliss- 76, para peneliti melibatkan 865 pasien lupus.Selama 52 minggu para pasien diminta mengonsumsi 10 miligram Benlysta ditambah terapi steorid. Hasilnya, 43% pasien menunjukkan tingkat kesembuhan yang lebih baik bila dibandingkan dengan 33% dari kelompok pasien yang menggunakan plasebo atau obat semu.
Human Genome Science dan GlaxoSmithKline telah mengajukan permohonan persetujuan pemasaran Benlysta di Amerika Serikat dan Eropa pada Juni 2010. Sebelumnya, FDA telah memberikan pernyataan bahwa Benlysta masuk dalam prioritas peninjauan untuk segera dipasarkan di Amerika Serikat. Diperkirakan pada 9 Desember 2010 nanti rekomendasi tersebut segera dapat direalisasikan.
Dalam pernyataannya saat mengomentari pemungutan suara oleh panel FDA, Margaret Dowd, Presiden dan CEO dari Lupus Research Institute mengatakan bahwa semua pihak harus merasa senang dan bahagia dengan penemuan obat terbaru ini.
“Ini hari bersejarah bagi masyarakat lupus,” tandasnya.
FDA menyatakan ingin panel anggota dewan penasihat untuk melihat bukti kemanjuran obat ini untuk yang kedua kalinya, yang menurut lembaga itu sebenarnya sederhana. Bukti keamanannya pun mencakup pengobatan terhadap beberapa permasalahan serius. Secara khusus, obat ini telah dikaitkan dengan depresi dan bunuh diri.
Raymond mencatat, bagaimanapun, banyak pasien lupus menderita depresi. Banyak pasien dalam uji klinis pengujian obat ini juga mngonsumsi obat antidepresan. Anggota dewan penasihat sebenarnya melakukan pemungutan suara sebanyak tiga kali pada saat itu.
Dua kali terkait keamanan (mendukung dengan suara 14 : 1) dan efektivitas (semua mendukung). Badan itu mengatakan, efektivitas mengatasi depresi, berdasarkan keprihatinan terhadap hasil dari 2 dari 3 tahap pengujian perbandingan Benlysta dengan plasebo.
Risiko yang terkait dengan belimumab termasuk infeksi, keganasan, rasa ingin bunuh diri, dan jumlah seluruh kematian dengan ketidakseimbangan numerik lebih menyukai menggunakan pengobatan plasebo daripada perawatan dengan Benlysta.
Raymond menegaskan, kesembuhan pasien amatlah penting.Namun, obat yang digunakan untuk mengobati lupus saat ini membawa beberapa efek samping yang signifikan juga.
”Keamanan dari beberapa obat yang sudah ada tidak begitu baik,” katanya.
”Jadi, dengan apa kita bisa membandingkannya?” tanya Raymond. “Perawatan pasien lupus saat ini meliputi tindakan kemoterapi dan obat steroid, yang bisa menyebabkan infeksi, kanker, dan konsekuensi kesehatan yang tidak diinginkan lainnya,” tuturnya.
Dr Joan Merrill, Kepala Farmakologi Klinis di Oklahoma Medical Research Foundation dan direktur medis di Lupus Foundation of America menambahkan, ”Bukti keamanan obat Benlysta terlihat lebih baik daripada kita melihat dari segi biologis seperti biasanya.”
”Kita harus ingat bahwa ada batas tertinggi alami pada persentase pasien yang dapat merespons perawatan apa pun yang ditargetkan (petugas medis). Kami belum tahu persis bagaimana baiknya Benlysta bekerja,” kata Merrill.
“Apa yang diketahui adalah bahwa Benlysta secara statistik lebih unggul dibandingkan obat plasebo dalam dua dari tiga tahap percobaan,” terangnya.
”Saya berharap bahwa FDA akan dapat menyetujuinya, segera setelah mereka menyelesaikan pembahasan serius, di mana mereka harus melihat pada semua bukti dan data,” kata Merrill.
Sementara itu, sejumlah ahli menyetujui pengembangan obat baru bagi penyakit lupus ini. ”Saya berharap anggota dewan penasihat akan merekomendasikan persetujuan Benlysta karena telah berhasil meningkatkan perawatan pasien secara statistik melalui dua tahap pengujian yang dirancang secara acak, prospektif, menguji plasebo dengan populasi yang berbeda dari pasien lupus sistemik,” kata Dr Bevra H Hahn, Kepala Bagian Rematologi di UCLA David Geffen School of Medicine.
”Sangat penting adalah pengamatan bahwa rasa kelelahan (keluhan utama hampir setiap orang yang menderita lupus) dan fungsi organ fisik berubah lebih baik secara signifikan,” tambahnya.
Harapan pasien penyakit lupus akan hadirnya obat yang bisa memberi kesembuhan bagi mereka tampaknya akan segera terjawab. Obat baru hasil kerja sama Human Genome Science dan GlaxoSmithKline dinyatakan lolos dari uji klinis kedua oleh anggota dewan penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration/ FDA).
Dengan skor terakhir pemungutan suara 13:2, FDA akhirnya menyetujui dikembangkannya obat belimumab atau disebut juga dengan nama Benlysta itu pada Selasa (16/11). Obat yang mampu menekan sistem imun yang menyerang organ tubuh pasien penyakit lupus ini berpotensi menjadi obat pertama penyakit lupus dalam lima dekade terakhir.
Penyakit lupus sendiri adalah penyakit sistem daya tahan atau autoimun.Ini artinya, tubuh pasien lupus membentuk antibodi yang salah arah, merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah merah, leukosit, atau trombosit.
Antibodi seharusnya berfungsi untuk melawan bakteri ataupun virus yang masuk ke dalam tubuh. Benlysta bekerja dengan menghambat produksi antibodi tersebut. Dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada anggota dewan penasihat sebelum pemungutan suara, FDA telah mengeluarkan pernyataan terkait beberapa kekhawatiran tentang kemanjuran dan keamanan obat tersebut. Namun, para ahli lainnya menyatakan optimisme tentang manfaat obat.
”Saya benar-benar berpikir obat ini berkhasiat,” kata Sandra C Raymond, Presiden & CEO pada Lupus Foundation of America, yang menghadiri pertemuan panel anggota dewan penasihat tersebut.
”Yang saya dengar soal keberhasilan (pasien lupus yang meminum obat ini) adalah cukup kuat,” tambahnya seperti dikutip laman healthday.com.
Dalam proyek uji klinis Bliss- 76, para peneliti melibatkan 865 pasien lupus.Selama 52 minggu para pasien diminta mengonsumsi 10 miligram Benlysta ditambah terapi steorid. Hasilnya, 43% pasien menunjukkan tingkat kesembuhan yang lebih baik bila dibandingkan dengan 33% dari kelompok pasien yang menggunakan plasebo atau obat semu.
Human Genome Science dan GlaxoSmithKline telah mengajukan permohonan persetujuan pemasaran Benlysta di Amerika Serikat dan Eropa pada Juni 2010. Sebelumnya, FDA telah memberikan pernyataan bahwa Benlysta masuk dalam prioritas peninjauan untuk segera dipasarkan di Amerika Serikat. Diperkirakan pada 9 Desember 2010 nanti rekomendasi tersebut segera dapat direalisasikan.
Dalam pernyataannya saat mengomentari pemungutan suara oleh panel FDA, Margaret Dowd, Presiden dan CEO dari Lupus Research Institute mengatakan bahwa semua pihak harus merasa senang dan bahagia dengan penemuan obat terbaru ini.
“Ini hari bersejarah bagi masyarakat lupus,” tandasnya.
FDA menyatakan ingin panel anggota dewan penasihat untuk melihat bukti kemanjuran obat ini untuk yang kedua kalinya, yang menurut lembaga itu sebenarnya sederhana. Bukti keamanannya pun mencakup pengobatan terhadap beberapa permasalahan serius. Secara khusus, obat ini telah dikaitkan dengan depresi dan bunuh diri.
Raymond mencatat, bagaimanapun, banyak pasien lupus menderita depresi. Banyak pasien dalam uji klinis pengujian obat ini juga mngonsumsi obat antidepresan. Anggota dewan penasihat sebenarnya melakukan pemungutan suara sebanyak tiga kali pada saat itu.
Dua kali terkait keamanan (mendukung dengan suara 14 : 1) dan efektivitas (semua mendukung). Badan itu mengatakan, efektivitas mengatasi depresi, berdasarkan keprihatinan terhadap hasil dari 2 dari 3 tahap pengujian perbandingan Benlysta dengan plasebo.
Risiko yang terkait dengan belimumab termasuk infeksi, keganasan, rasa ingin bunuh diri, dan jumlah seluruh kematian dengan ketidakseimbangan numerik lebih menyukai menggunakan pengobatan plasebo daripada perawatan dengan Benlysta.
Raymond menegaskan, kesembuhan pasien amatlah penting.Namun, obat yang digunakan untuk mengobati lupus saat ini membawa beberapa efek samping yang signifikan juga.
”Keamanan dari beberapa obat yang sudah ada tidak begitu baik,” katanya.
”Jadi, dengan apa kita bisa membandingkannya?” tanya Raymond. “Perawatan pasien lupus saat ini meliputi tindakan kemoterapi dan obat steroid, yang bisa menyebabkan infeksi, kanker, dan konsekuensi kesehatan yang tidak diinginkan lainnya,” tuturnya.
Dr Joan Merrill, Kepala Farmakologi Klinis di Oklahoma Medical Research Foundation dan direktur medis di Lupus Foundation of America menambahkan, ”Bukti keamanan obat Benlysta terlihat lebih baik daripada kita melihat dari segi biologis seperti biasanya.”
”Kita harus ingat bahwa ada batas tertinggi alami pada persentase pasien yang dapat merespons perawatan apa pun yang ditargetkan (petugas medis). Kami belum tahu persis bagaimana baiknya Benlysta bekerja,” kata Merrill.
“Apa yang diketahui adalah bahwa Benlysta secara statistik lebih unggul dibandingkan obat plasebo dalam dua dari tiga tahap percobaan,” terangnya.
”Saya berharap bahwa FDA akan dapat menyetujuinya, segera setelah mereka menyelesaikan pembahasan serius, di mana mereka harus melihat pada semua bukti dan data,” kata Merrill.
Sementara itu, sejumlah ahli menyetujui pengembangan obat baru bagi penyakit lupus ini. ”Saya berharap anggota dewan penasihat akan merekomendasikan persetujuan Benlysta karena telah berhasil meningkatkan perawatan pasien secara statistik melalui dua tahap pengujian yang dirancang secara acak, prospektif, menguji plasebo dengan populasi yang berbeda dari pasien lupus sistemik,” kata Dr Bevra H Hahn, Kepala Bagian Rematologi di UCLA David Geffen School of Medicine.
”Sangat penting adalah pengamatan bahwa rasa kelelahan (keluhan utama hampir setiap orang yang menderita lupus) dan fungsi organ fisik berubah lebih baik secara signifikan,” tambahnya.
Alat Rumah Tangga Picu Gangguan Reproduksi
HINDARI penggunaan alat rumah tangga yang mengandung bahan kimia berbahaya. Penelitian terbaru menunjukkan, paparan bahan kimia di rumah memicu gangguan reproduksi, seperti pubertas dini dan kemandulan.
Ancaman serangan penyakit masih berada di sekeliling kita. Salah satunya adalah bahan kimia yang terdapat dalam kandungan alat-alat rumah tangga yang ternyata memiliki dampak negatif dan berbahaya bagi kesehatan. Di antaranya dapat menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi, termasuk pubertas dini dan kemandulan.
Bahan kimia tersebut mencakup phthalates, plastik kimia bisphenol A (BPA), senyawa perfluorinated yang banyak ditemukan pada peralatan masak antilengket, flame retardants, triclosan yang dikenal sebagai agen antibakteri, dan merkuri.
Hal itu diungkapkan para ahli di konferensi pers oleh Safer Chemicals, Healthy Families, sebuah koalisi kelompok yang berusaha merevisi Undang-undang Pengawasan Zat Beracun (Toxic Substances Control Act /TSCA) pada 1976 di Amerika Serikat.
Linda C Giudice MD PhD, Kepala Ilmu Kebidanan, Ginekologi, dan Reproduksi di University of California, San Francisco, Amerika Serikat mengatakan, terdapat bukti meningkatnya kontaminasi terhadap bahan kimia kemungkinan memainkan peran besar menyebabkan gangguan reproduksi.
Beberapa di antaranya, seperti BPA, diketahui dapat merusak endokrin yang akan tampak atau bertindak seperti hormon dalam tubuh.
”Kami telah mulai mempertanyakan apakah risiko yang memengaruhi kesehatan reproduksi (dari paparan bahan kimia). Dan sejumlah data cukup untuk mengonfirmasi hal itu,” katanya.
”Kami tidak memiliki pegangan yang kuat tentang mengapa bahan kimia tertentu membuat perempuan Afrika-Amerika misalnya, berisiko untuk mengalami pubertas pada usia dini,” lanjutnya seperti dikutip laman wedmd.com.
Pubertas dini ini, kata Giudice, sebuah hal yang kompleks. ”Ini sebagian disebabkan genetik, sebagian gizi, dan mungkin pengaruh dari faktor lain juga,” ujarnya.
Namun, dia menyayangkan minimnya data yang menjelaskan berbagai hal soal bahan kimia yang digunakan saat ini. ”Tidak adanya data bukan berarti aman,” tegasnya.
Salah satu isu yang diembuskan kelompok penentang TSCA adalah bahwa hal itu ”dikecualikan” dalam 62.000 bahan kimia yang tidak diuji. Sementara itu, beberapa studi yang menghubungkan paparan bahan kimia dengan masalah kesehatan manusia banyak digabung dengan soal lain.
Ada kemungkinan para peneliti tidak memastikan berapa banyak batasan minimal bersentuhan dengan bahan kimia. ”Mereka mungkin melihat dari sisi yang salah,” kata Giudice.
Yang terbaru, sebuah studi oleh Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health & Human Development di National Institutes of Health mungkin bisa memberikan kejelasan lebih banyak.
Studi ini meneliti paparan kimia pada wanita mulai dari waktu pembuahan, hamil, hingga anak-anak mereka melalui masa pubertas. Molly Gray, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Seattle, Amerika Serikat, yang didaulat sebagai partisipan studi ini dalam keadaan hamil, tidak perlu diyakinkan lebih jauh soal pentingnya membatasi paparan bahan kimia di rumah.
Hal itu karena dia telah dua kali mengalami keguguran saat kandungannya sudah besar. Saat itu, meskipun Molly telah mengonsumsi makanan organik, menghindari ikan yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi, dan menggunakan produk ramah lingkungan, tes darahnya tetap saja mengandung 13 bahan kimia beracun, termasuk merkuri.
”Meskipun saya sudah mencoba bersih dan bebas dari kotoran, tapi masih terkena banyak paparan bahan kimia yang memiliki efek beracun,” ungkapnya.
Sampai sekarang, anaknya yang telah berusia satu tahun tampak sangat sehat. ”Kekhawatiran saya tidak diketahui.Kita tidak tahu apa yang terjadi dalam jangka panjang (terhadap anak kita),” kata Molly.
Tracey Woodruff PhD MPH, seorang profesor dan Direktur Program Kesehatan Reproduksi dan Lingkungan di University of California, San Fransisco, Amerika Serikat.
Menurut dia, bahan kimia dan residunya sebenarnya dapat juga ditemukan dalam debu yang beterbangan. Jadi, menjaga rumah tetap bersih dapat membantu meminimalisasi paparan bahan berbahaya tersebut.
Giudice sendiri secara rutin membahas soal ini dengan pasien, tetapi tidak secara berlebihan.
Ancaman serangan penyakit masih berada di sekeliling kita. Salah satunya adalah bahan kimia yang terdapat dalam kandungan alat-alat rumah tangga yang ternyata memiliki dampak negatif dan berbahaya bagi kesehatan. Di antaranya dapat menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi, termasuk pubertas dini dan kemandulan.
Bahan kimia tersebut mencakup phthalates, plastik kimia bisphenol A (BPA), senyawa perfluorinated yang banyak ditemukan pada peralatan masak antilengket, flame retardants, triclosan yang dikenal sebagai agen antibakteri, dan merkuri.
Hal itu diungkapkan para ahli di konferensi pers oleh Safer Chemicals, Healthy Families, sebuah koalisi kelompok yang berusaha merevisi Undang-undang Pengawasan Zat Beracun (Toxic Substances Control Act /TSCA) pada 1976 di Amerika Serikat.
Linda C Giudice MD PhD, Kepala Ilmu Kebidanan, Ginekologi, dan Reproduksi di University of California, San Francisco, Amerika Serikat mengatakan, terdapat bukti meningkatnya kontaminasi terhadap bahan kimia kemungkinan memainkan peran besar menyebabkan gangguan reproduksi.
Beberapa di antaranya, seperti BPA, diketahui dapat merusak endokrin yang akan tampak atau bertindak seperti hormon dalam tubuh.
”Kami telah mulai mempertanyakan apakah risiko yang memengaruhi kesehatan reproduksi (dari paparan bahan kimia). Dan sejumlah data cukup untuk mengonfirmasi hal itu,” katanya.
”Kami tidak memiliki pegangan yang kuat tentang mengapa bahan kimia tertentu membuat perempuan Afrika-Amerika misalnya, berisiko untuk mengalami pubertas pada usia dini,” lanjutnya seperti dikutip laman wedmd.com.
Pubertas dini ini, kata Giudice, sebuah hal yang kompleks. ”Ini sebagian disebabkan genetik, sebagian gizi, dan mungkin pengaruh dari faktor lain juga,” ujarnya.
Namun, dia menyayangkan minimnya data yang menjelaskan berbagai hal soal bahan kimia yang digunakan saat ini. ”Tidak adanya data bukan berarti aman,” tegasnya.
Salah satu isu yang diembuskan kelompok penentang TSCA adalah bahwa hal itu ”dikecualikan” dalam 62.000 bahan kimia yang tidak diuji. Sementara itu, beberapa studi yang menghubungkan paparan bahan kimia dengan masalah kesehatan manusia banyak digabung dengan soal lain.
Ada kemungkinan para peneliti tidak memastikan berapa banyak batasan minimal bersentuhan dengan bahan kimia. ”Mereka mungkin melihat dari sisi yang salah,” kata Giudice.
Yang terbaru, sebuah studi oleh Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health & Human Development di National Institutes of Health mungkin bisa memberikan kejelasan lebih banyak.
Studi ini meneliti paparan kimia pada wanita mulai dari waktu pembuahan, hamil, hingga anak-anak mereka melalui masa pubertas. Molly Gray, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Seattle, Amerika Serikat, yang didaulat sebagai partisipan studi ini dalam keadaan hamil, tidak perlu diyakinkan lebih jauh soal pentingnya membatasi paparan bahan kimia di rumah.
Hal itu karena dia telah dua kali mengalami keguguran saat kandungannya sudah besar. Saat itu, meskipun Molly telah mengonsumsi makanan organik, menghindari ikan yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi, dan menggunakan produk ramah lingkungan, tes darahnya tetap saja mengandung 13 bahan kimia beracun, termasuk merkuri.
”Meskipun saya sudah mencoba bersih dan bebas dari kotoran, tapi masih terkena banyak paparan bahan kimia yang memiliki efek beracun,” ungkapnya.
Sampai sekarang, anaknya yang telah berusia satu tahun tampak sangat sehat. ”Kekhawatiran saya tidak diketahui.Kita tidak tahu apa yang terjadi dalam jangka panjang (terhadap anak kita),” kata Molly.
Tracey Woodruff PhD MPH, seorang profesor dan Direktur Program Kesehatan Reproduksi dan Lingkungan di University of California, San Fransisco, Amerika Serikat.
Menurut dia, bahan kimia dan residunya sebenarnya dapat juga ditemukan dalam debu yang beterbangan. Jadi, menjaga rumah tetap bersih dapat membantu meminimalisasi paparan bahan berbahaya tersebut.
Giudice sendiri secara rutin membahas soal ini dengan pasien, tetapi tidak secara berlebihan.
Hati-Hati, Playboy Berumur Pendek!
SEORANG playboy akan mati-matian memberi kesan hebat saat kencan pertama. Tujuannya, agar bisa membuat kaum hawa terpincut pesonanya. Apakah kehebatan yang ditampilkan itu jujur atau palsu, itu urusan nanti, yang penting rencana jangka pendek terpenuhi.
Namun jangan senang dulu, jika Anda seorang playboy, waspadalah! Pasalnya, Anda mungkin akan meninggal lebih awal. Begitu kata para peneliti.
Sebuah studi baru yang dipimpin oleh University of New South Wales mengklaim, bahwa pria yang terfokus mengejar beberapa wanita biasanya pertumbuhannya terhambat dan meninggal muda. Pasalnya, mereka dapat mengabaikan kebutuhan utama seperti makan.
Temuan itu menunjukkan, bahwa pergaulan laki-laki tidak lebih umum, walaupun memiliki potensi keuntungan berevolusi karena hal itu mengikuti keterbatasan alam. Demikian laporan Journal of Evolutionary Biology yang dinukil dari Times of India, Jumat (5/11/2010).
Kepala peneliti Alex Jordan mengatakan, "Mungkin ini cara alam menceritakan laki-laki yang akan lebih setia kepada pasangan seksual mereka. Kami bertanya-tanya mengapa dunia bukanlah tempat yang lebih kacau."
"Untuk pria, terutama yang telah menikah dengan sejumlah wanita memiliki keberhasilan bereproduksi dengan hebat, sehingga Anda akan berpikir bahwa aturan tersebut harus lebih baik. Bahkan, penelitian kami menunjukkan bahwa laki-laki membayar biaya yang signifikan terhadap pergaulan yang menempatkan batasan jumlah pasangan seksual mereka sepanjang masa hidupnya."
Untuk penelitian ini, para peneliti melakukan uji coba perilaku ikan-ikan tropis, serta memeriksa biaya reproduksi pria seumur hidupnya. Ini menjadi studi pertama yang melibatkan hewan vertebrata.
Pria dari banyak spesies meningkatkan upaya reproduksi mereka dengan teman-teman asing, sehingga menjadi sebuah fenomena yang dikenal sebagai efek Coolidge.
Ketika ikan jantan secara teratur dipasok dengan ikan perempuan asing yang baru sepanjang hidup mereka, mereka menghabiskan waktu lebih sedikit mencari makanan dan lebih banyak waktu mengejar betina. Pria yang hidup dengan perempuan asing juga tumbuh lebih lambat dan untuk mereka yang telah dewasa memiliki ukuran yang lebih kecil, dan cenderung lebih cepat meninggal.
Sebaliknya, laki-laki yang hidup dengan satu pasangan biasanya makan secara teratur, tumbuh terus, dan hidup lebih lama.
"Biaya besar untuk individu yang terlibat pergaulan bebas mengungkapkan pembatasan alam pada perilaku kacau, yang belum terdeskripsikan dalam vertebrata. Mungkin mereka yang menginginkan keberadaan yang lebih kacau akan melihat ini sebagai peringatan," papar Jordan.
"Kondisi itu memberitahu kita secara ilmiah bahwa evolusi pergaulan ekstrem tampaknya akan dibatasi oleh biaya fisiologis yang terlibat, meskipun pergaulan memiliki kelebihan, tapi mungkin terlalu hebat untuk jangka panjang," tutup Jordan.
Namun jangan senang dulu, jika Anda seorang playboy, waspadalah! Pasalnya, Anda mungkin akan meninggal lebih awal. Begitu kata para peneliti.
Sebuah studi baru yang dipimpin oleh University of New South Wales mengklaim, bahwa pria yang terfokus mengejar beberapa wanita biasanya pertumbuhannya terhambat dan meninggal muda. Pasalnya, mereka dapat mengabaikan kebutuhan utama seperti makan.
Temuan itu menunjukkan, bahwa pergaulan laki-laki tidak lebih umum, walaupun memiliki potensi keuntungan berevolusi karena hal itu mengikuti keterbatasan alam. Demikian laporan Journal of Evolutionary Biology yang dinukil dari Times of India, Jumat (5/11/2010).
Kepala peneliti Alex Jordan mengatakan, "Mungkin ini cara alam menceritakan laki-laki yang akan lebih setia kepada pasangan seksual mereka. Kami bertanya-tanya mengapa dunia bukanlah tempat yang lebih kacau."
"Untuk pria, terutama yang telah menikah dengan sejumlah wanita memiliki keberhasilan bereproduksi dengan hebat, sehingga Anda akan berpikir bahwa aturan tersebut harus lebih baik. Bahkan, penelitian kami menunjukkan bahwa laki-laki membayar biaya yang signifikan terhadap pergaulan yang menempatkan batasan jumlah pasangan seksual mereka sepanjang masa hidupnya."
Untuk penelitian ini, para peneliti melakukan uji coba perilaku ikan-ikan tropis, serta memeriksa biaya reproduksi pria seumur hidupnya. Ini menjadi studi pertama yang melibatkan hewan vertebrata.
Pria dari banyak spesies meningkatkan upaya reproduksi mereka dengan teman-teman asing, sehingga menjadi sebuah fenomena yang dikenal sebagai efek Coolidge.
Ketika ikan jantan secara teratur dipasok dengan ikan perempuan asing yang baru sepanjang hidup mereka, mereka menghabiskan waktu lebih sedikit mencari makanan dan lebih banyak waktu mengejar betina. Pria yang hidup dengan perempuan asing juga tumbuh lebih lambat dan untuk mereka yang telah dewasa memiliki ukuran yang lebih kecil, dan cenderung lebih cepat meninggal.
Sebaliknya, laki-laki yang hidup dengan satu pasangan biasanya makan secara teratur, tumbuh terus, dan hidup lebih lama.
"Biaya besar untuk individu yang terlibat pergaulan bebas mengungkapkan pembatasan alam pada perilaku kacau, yang belum terdeskripsikan dalam vertebrata. Mungkin mereka yang menginginkan keberadaan yang lebih kacau akan melihat ini sebagai peringatan," papar Jordan.
"Kondisi itu memberitahu kita secara ilmiah bahwa evolusi pergaulan ekstrem tampaknya akan dibatasi oleh biaya fisiologis yang terlibat, meskipun pergaulan memiliki kelebihan, tapi mungkin terlalu hebat untuk jangka panjang," tutup Jordan.
Janin Bisa Meninggal dalam Kandungan Jika...
WHO mengemukakan kematian janin dalam kandungan terjadi saat usia kehamilan 20 minggu. (Foto: Google)
Untuk mengetahui secara detail penyebab janin bisa meninggal dalam kandungan, berikut penjelasan dr Batara Sirait SpOG dari RSIA Budhi Jaya, Jakarta.
1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
2. Preeklampsia dan eklampsia.
3. Terjadi perdarahan.
4. Waspada jika mengalami perdarahan hebat akibat plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta (lepasnya plasenta dari tempat implantasinya di dalam uterus sebelum bayi dilahirkan). Otomatis Hb janin turun dan bisa picu kematian janin.
5. Kelainan kongenital (bawaan) bayi. Misalnya hydrops fetalis, yakni akumulasi cairan dalam tubuh janin. Jika akumulasi cairan terjadi dalam rongga dada bisa menyebabkan hambatan napas bayi. Akibatnya kerja jantung menjadi sangat berat karena banyaknya cairan dalam jantung. Sehingga tubuh bayi mengalami pembengkakan atau terjadi kelainan pada paru-parunya.
6. Ketidakcocokan golongan darah ibu dan janin. Kerap terjadi golongan darah anak A atau B, sedangkan Moms bergolongan O atau sebaliknya. Pasalnya, saat masih dalam kandungan darah Moms dan janin akan saling mengalir lewat plasenta. Bila darah janin tidak cocok dengan darah ibunya, maka Moms akan membentuk zat antibodi.
7. Janin yang hiperaktif. Gerakan janin yang berlebihan, apalagi hanya satu arah saja bisa mengakibatkan tali pusat yang menghubungkan Moms dengan janin terpelintir. Akibatnya, pembuluh darah yang mengalirkan suplai oksigen maupun nutrisi melalui plasenta ke janin akan tersumbat. Tak hanya itu, kemungkinan tali pusat bisa membentuk tali simpul yang mengakibatkan janin menjadi sulit bergerak. Hingga saat ini kondisi tali pusat terpelintir atau tersimpul tidak bisa terdeteksi. Sehingga, perlu diwaspadai bilamana ada gejala yang tidak biasa saat hamil.
8. Gawat janin. Bila air ketuban habis otomatis tali pusat terkompresi antara badan janin dengan ibunya. Akibatnya, janin 'tercekik' karena suplai oksigen dari Moms ke janin terhenti. Gejalanya dapat diketahui melalui cardiotopografi (CTG), dimana awalnya detak jantung janin cepat, lama-kelamaan malah menurun hingga di bawah rata-rata.
9. Kehamilan lewat waktu (postterm). Jika kehamilan telah lewat waktu – lebih dari 42 minggu -, plasenta akan mengalami penuaan sehingga fungsinya berkurang. Janin akan kekurangan asupan nutrisi dan oksigen. Cairan ketuban bisa berubah menjadi sangat kental dan hijau, akibatnya cairan dapat terisap masuk ke dalam paru-paru janin. Hal ini bisa dievaluasi melalui USG dengan color doppler sehingga bisa dilihat arus arteri umbilikalis jantung ke janin. Jika demikian, maka kehamilan harus segera dihentikan dengan cara diinduksi. Itulah perlunya taksiran kehamilan pada awal kehamilan dan akhir kehamilan melalui USG.
10. Infeksi saat hamil. Jagalah kondisi tubuh dengan baik guna menghindari berbagai infeksi bakteri atau virus. Bahkan, demam tinggi bisa mengakibatkan janin tidak tahan akan panas tubuh ibunya.
11. Kelainan kromosom. Kematian janin akibat kelainan genetik biasanya baru terdeteksi saat kematian sudah terjadi, melalui otopsi bayi. Namun, jarang dilakukan mengingat janin masih dalam kandungan. Selain biayanya mahal, juga sangat berisiko. Karena harus mengambil air ketuban dari plasenta janin sehingga berisiko besar janin terinfeksi, bahkan lahir prematur.
Kurangi Sakit Haid dengan Tauge
SALAH satu jenis sayuran yang enak diolah jadi menu apapun adalah tauge. Yap! Tauge yang dihasilkan dari kecambah kacang hijau atau kacang kedelai ternyata memiliki nilai gizi tinggi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan.
Sayuran tauge jenis apapun, baik tauge kacang hijau, tauge kedelai, tauge alfafa, maupun jenis tauge lainnya mengandung senyawa fitokimiawi yang sangat berkhasiat. Jika dibandingkan dengan bijinya, kecambah atau tauge lebih bergizi. Protein tauge lebih tinggi 19 persen dibandingkan dengan kandungan protein dalam biji aslinya. Kenapa bisa begitu? Hal ini disebabkan, selama proses menjadi kecambah, terjadi pembetulan asam-asam amino esensial yang merupakan penyusun protein pengecambahan tauge.
“Kandungan tauge itu vitamin E, C, D terutama vitamin E sangat baik bagi tubuh,” jelas Aisah Faria, AMG dari Instalasi Gizi Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur.
Berkecambah merupakan suatu proses keluarnya bakal tanaman (tunas) dari lembaga. Proses itu disertai dengan terjadinya mobilisasi cadangan makanan dari jaringan penyimpanan atau keping biji ke bagian vegetatif (sumbu pertumbuhan embrio atau lembaga). Biji kacang hijau, kacang tunggak, atau kedelai yang dikecambahkan umumnya disebut sebagai tauge. Selama proses berkecambah, bahan makanan cadangan diubah menjadi bentuk yang dapat digunakan, baik untuk tumbuhan maupun manusia. Proses berkecambah (germinasi) dipengaruhi kondisi dan tempat.
Proses menjadi tauge telah mengnuraikan 90 persen rantai olisakarida menjadi karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah sekali diserap tubuh, tanpa menghasilkan gas. Karena mengandung banyak serat dan air, tauge membmantu pengurasan kotoran dalam usus besar. Hal ini menjadi kekukatan ganda tauge dalam memerangi kanker.
“Vitamin E itu fungsinya memperbaiki, memelihara sistem peredaran darah, mencegah terjadinya penumpukan dalam pembuluh darah. Memperlambat proses penuaan, sebagai antioksidan dan mencegahnya kanker dan sakit jantung,” paparnya.
Tauge bermanfaat juga untuk kecantikan kulit, karena tauge mengandung vitamin E yang tinggi. Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dari serangan radikal bebas. Tauge yang berbahan dasar kacang juga dipercaya kaya protein yang utama dan esensial untuk pergantian kulit.
Tauge juga mengandung beberapa vitamin dan mineral, oleh karenanya tauge sangat bagus untuk kecerahan kulit dan menghilangkan flek-flek di wajah akibat jerawat. Bagi wanita yang rajin makan tauge, akan membantu terhindar dari kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi, pramenopause, dan gangguan akibat menopause.
“Termasuk antioksidan, memperlambat proses penuaan. Meningkatkan pembentukan sel-sel kulit. Secara umum seluruh porsi tubuh ikut terbantu. Kalau peredaran darah lancar semuanya pasti berjalan baik,” lanjut wanita berkerudung ini.
“Karena kandungan antioksidan dalam tauge tadi bisa memperbaiki peredaran dalam darah dan mencegah faktor pendukung terjadinya penyakit. Sebelum menstruasi sebaiknya mengonsumsi tauge, mencegah faktor pendukung terjadinya sakit. Menetralisir segala kemungkinan terjadinya penyakit. Sebelum menstruasi sebaiknya mengonsumsi tauge, mencegah keluhan-keluhan itu. Asal dikonsumsi rutin. Dengan sekali makan setengah gelas minimal. Mengonsumsi tauge sebagai sumber vitamin E juga dapat mencegah terjadinya gangguan rasa panas yang dirasakan pada masa pre menoupause,” tambahnya.
Tauge sebaiknya dimasak sebelum dikonsumsi. “Harus dimasak, jangan mentah, dengan pemasakan meningkatkan daya vitamin dalam tauge. Vitamin E dalam tauge tidak tahan dengan asam, panas yang tinggi serta lemak yang tengik. Sebaiknya kalau masak tauge dengan minyak bekas apalagi jelantah. Sebaiknya bila memasak tauge langsung segera dimakan karena bila terlalu lama berada dalam rendaman yang mengandung minyak setelah proses pengolahan seperti ditumis juga akan mengurangi kandungan vitamin dalam tauge tadi,” ungkapnya.
Tauge dapat juga ditumis bersama-sama dengan ikan teri atau tahu, merupakan hidangan lezat sumber sumber vitamin, mineral, dan protein. “Kalau tauge itu jarang sebagai sayuran sendiri paling dicampurkan ke gado-gado atau urap. Jadi sehari itu paling banyak itu 100 gram, mungkin gak sekaligus seperti 1 gelas dibagi 3 kali. Seperti dicampur dengan kangkung dan lainnya. Lebih dari 100 gram sehari gak apa. Tapi maksimal 3 kali makan, gak lebih dari 3 gelas atau 300 gram. Dianjurkan normalnya makanan sehari-hari sayuran itu sekali makan 100 gram. Anjuran menu seimbang orang sehat, 1 gelas 100 gram,” ungkapnya.
Tauge bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan gizi kacang-kacangan. Pasalnya tak lain karena pengecambahan telah menguraikan 90 persen rantai oligisakarida menjadi karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah diserap tubuh, tanpa menghasilkan gas. Beberapa tindakan seperti perendaman kacang-kacangan dalam air, proses berkecambah, serta fermentasi menjadi berbagai produk olahan dapat mencegah timbulnya flatulensi yang disebabkan oleh oligosakarida.
Melalui perkecambahan kandungan oligosakarida penyebab flatulen yaitu rafinosa dan stakhiosa dapat dikurangi. Dengan demikian, mengonsumsi tauge tidak akan menyebabkan gejala perut kembung.
“Kalau kacang-kacangan itu bersifat menyebabkan timbulnya gejala kembung seperti kacang ijo menghasilkan udara pada proses pencernaannya kalau masih berupa biji-bijiannya. Setelah mengalami proses perkecambahan dan sudah menjadi tauge sifat itu hilang. Tidak menghasilkan gas lagi dalam lambung,” bebernya.
Tauge juga mengandung estrogen yang dapat meningkatkan kepadatan susunan tulang, serta mencegah kerapuhan tulang. Para wanita sangat sianjurkan mengonsumsi tauge untuk menghindari terkena kanker payudara, gangguan saat menstruasi, hingga mencegah terjadinya menopouse karena tulang yang rapuh tidak terjaga.
Lantas apakah tauge juga dapat meningkatkan kesuburan? “Sifat dari vitamin E tadi ternyata menambah kesuburan itu belum terbukti pada manusia. Pada hewan (tikus) percobaan memang benar. Meningkatkan kesuburan dia. Mitos itu gak bener,” tambahnya.
Sayuran tauge jenis apapun, baik tauge kacang hijau, tauge kedelai, tauge alfafa, maupun jenis tauge lainnya mengandung senyawa fitokimiawi yang sangat berkhasiat. Jika dibandingkan dengan bijinya, kecambah atau tauge lebih bergizi. Protein tauge lebih tinggi 19 persen dibandingkan dengan kandungan protein dalam biji aslinya. Kenapa bisa begitu? Hal ini disebabkan, selama proses menjadi kecambah, terjadi pembetulan asam-asam amino esensial yang merupakan penyusun protein pengecambahan tauge.
“Kandungan tauge itu vitamin E, C, D terutama vitamin E sangat baik bagi tubuh,” jelas Aisah Faria, AMG dari Instalasi Gizi Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur.
Berkecambah merupakan suatu proses keluarnya bakal tanaman (tunas) dari lembaga. Proses itu disertai dengan terjadinya mobilisasi cadangan makanan dari jaringan penyimpanan atau keping biji ke bagian vegetatif (sumbu pertumbuhan embrio atau lembaga). Biji kacang hijau, kacang tunggak, atau kedelai yang dikecambahkan umumnya disebut sebagai tauge. Selama proses berkecambah, bahan makanan cadangan diubah menjadi bentuk yang dapat digunakan, baik untuk tumbuhan maupun manusia. Proses berkecambah (germinasi) dipengaruhi kondisi dan tempat.
Proses menjadi tauge telah mengnuraikan 90 persen rantai olisakarida menjadi karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah sekali diserap tubuh, tanpa menghasilkan gas. Karena mengandung banyak serat dan air, tauge membmantu pengurasan kotoran dalam usus besar. Hal ini menjadi kekukatan ganda tauge dalam memerangi kanker.
“Vitamin E itu fungsinya memperbaiki, memelihara sistem peredaran darah, mencegah terjadinya penumpukan dalam pembuluh darah. Memperlambat proses penuaan, sebagai antioksidan dan mencegahnya kanker dan sakit jantung,” paparnya.
Tauge bermanfaat juga untuk kecantikan kulit, karena tauge mengandung vitamin E yang tinggi. Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dari serangan radikal bebas. Tauge yang berbahan dasar kacang juga dipercaya kaya protein yang utama dan esensial untuk pergantian kulit.
Tauge juga mengandung beberapa vitamin dan mineral, oleh karenanya tauge sangat bagus untuk kecerahan kulit dan menghilangkan flek-flek di wajah akibat jerawat. Bagi wanita yang rajin makan tauge, akan membantu terhindar dari kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi, pramenopause, dan gangguan akibat menopause.
“Termasuk antioksidan, memperlambat proses penuaan. Meningkatkan pembentukan sel-sel kulit. Secara umum seluruh porsi tubuh ikut terbantu. Kalau peredaran darah lancar semuanya pasti berjalan baik,” lanjut wanita berkerudung ini.
“Karena kandungan antioksidan dalam tauge tadi bisa memperbaiki peredaran dalam darah dan mencegah faktor pendukung terjadinya penyakit. Sebelum menstruasi sebaiknya mengonsumsi tauge, mencegah faktor pendukung terjadinya sakit. Menetralisir segala kemungkinan terjadinya penyakit. Sebelum menstruasi sebaiknya mengonsumsi tauge, mencegah keluhan-keluhan itu. Asal dikonsumsi rutin. Dengan sekali makan setengah gelas minimal. Mengonsumsi tauge sebagai sumber vitamin E juga dapat mencegah terjadinya gangguan rasa panas yang dirasakan pada masa pre menoupause,” tambahnya.
Tauge sebaiknya dimasak sebelum dikonsumsi. “Harus dimasak, jangan mentah, dengan pemasakan meningkatkan daya vitamin dalam tauge. Vitamin E dalam tauge tidak tahan dengan asam, panas yang tinggi serta lemak yang tengik. Sebaiknya kalau masak tauge dengan minyak bekas apalagi jelantah. Sebaiknya bila memasak tauge langsung segera dimakan karena bila terlalu lama berada dalam rendaman yang mengandung minyak setelah proses pengolahan seperti ditumis juga akan mengurangi kandungan vitamin dalam tauge tadi,” ungkapnya.
Tauge dapat juga ditumis bersama-sama dengan ikan teri atau tahu, merupakan hidangan lezat sumber sumber vitamin, mineral, dan protein. “Kalau tauge itu jarang sebagai sayuran sendiri paling dicampurkan ke gado-gado atau urap. Jadi sehari itu paling banyak itu 100 gram, mungkin gak sekaligus seperti 1 gelas dibagi 3 kali. Seperti dicampur dengan kangkung dan lainnya. Lebih dari 100 gram sehari gak apa. Tapi maksimal 3 kali makan, gak lebih dari 3 gelas atau 300 gram. Dianjurkan normalnya makanan sehari-hari sayuran itu sekali makan 100 gram. Anjuran menu seimbang orang sehat, 1 gelas 100 gram,” ungkapnya.
Tauge bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan gizi kacang-kacangan. Pasalnya tak lain karena pengecambahan telah menguraikan 90 persen rantai oligisakarida menjadi karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah diserap tubuh, tanpa menghasilkan gas. Beberapa tindakan seperti perendaman kacang-kacangan dalam air, proses berkecambah, serta fermentasi menjadi berbagai produk olahan dapat mencegah timbulnya flatulensi yang disebabkan oleh oligosakarida.
Melalui perkecambahan kandungan oligosakarida penyebab flatulen yaitu rafinosa dan stakhiosa dapat dikurangi. Dengan demikian, mengonsumsi tauge tidak akan menyebabkan gejala perut kembung.
“Kalau kacang-kacangan itu bersifat menyebabkan timbulnya gejala kembung seperti kacang ijo menghasilkan udara pada proses pencernaannya kalau masih berupa biji-bijiannya. Setelah mengalami proses perkecambahan dan sudah menjadi tauge sifat itu hilang. Tidak menghasilkan gas lagi dalam lambung,” bebernya.
Tauge juga mengandung estrogen yang dapat meningkatkan kepadatan susunan tulang, serta mencegah kerapuhan tulang. Para wanita sangat sianjurkan mengonsumsi tauge untuk menghindari terkena kanker payudara, gangguan saat menstruasi, hingga mencegah terjadinya menopouse karena tulang yang rapuh tidak terjaga.
Lantas apakah tauge juga dapat meningkatkan kesuburan? “Sifat dari vitamin E tadi ternyata menambah kesuburan itu belum terbukti pada manusia. Pada hewan (tikus) percobaan memang benar. Meningkatkan kesuburan dia. Mitos itu gak bener,” tambahnya.
Bolehkah Bumil Minum Obat Antialergi?
SAAT masih single, Anda sudah terbiasa meminum obat antialergi untuk mengatasi kulit gatal, merah, dan bentol saat terkena udara dingin. Tapi, amankah mengonsumsi obat tersebut (antihistamin) saat kondisi Anda sedang hamil?
Mengenai hal tersebut, dr Febriansyah Darus SpOG dari Rumah Sakit Gandaria, Jl. Gandaria Tengah II No. 8–12–14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjelaskan, bahwa alergi merupakan suatu reaksi imunitas tubuh terhadap suatu antigen, di mana ketika tubuh terpapar dengan suatu antigen (bisa makanan atau hal lain seperti udara dingin) maka tubuh akan menimbulkan reaksi.
“Reaksi tersebut bisa berupa keluhan ringan – berupa gatal-gatal, bentol atau bercak-bercak di kulit – hingga keluhan berat misalnya syok atau pingsan. Yang perlu diketahui penderita adalah apa penyebab atau faktor pencetus yang bisa menimbulkan reaksi alergi,” jelasnya.
Waspadai Reaksi Alergi
Alergi yang berdampak ringan pada bumil tidak akan membahayakan kesehatan bayi dalam kandungan. Tetapi jika alergi tersebut sudah menimbulkan reaksi yang lebih berat misalnya syok atau pingsan tentunya akan berpengaruh pada bayi karena pada kondisi tersebut suplai darah bumil akan lebih banyak dialirkan ke otaknya untuk menjaga suplai oksigen tubuh sehingga suplai darah dan oksigen ke bayi menjadi berkurang yang bisa membahayakan bayi.
Obati Dulu dengan Salep
Dilihat dari tingkat keamanannya, umumnya obat-obatan antihistamin termasuk dalam kategori C, artinya belum terbukti secara klinis menyebabkan kelainan pada kandungan atau bayi.
Tetapi harus diingat bahwa kondisi hamil adalah kondisi yang sangat immunocompromised (daya tahan tubuh rendah) sehingga kejadian alergi akan sesuatu akan lebih sering terjadi. Cara terbaik adalah menghindari faktor pencetusnya.
Akan tetapi, bila alergi sudah telanjur menimbulkan reaksi, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Jika memungkinkan, gatal-gatal bisa diobati dengan salep atau krim yang bersifat lokal atau topikal sehingga efeknya ke bayi bisa ditekan seminimal mungkin. Mengenai obat-obatan oral – termasuk antihistamin - sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsinya.
Mengenai hal tersebut, dr Febriansyah Darus SpOG dari Rumah Sakit Gandaria, Jl. Gandaria Tengah II No. 8–12–14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjelaskan, bahwa alergi merupakan suatu reaksi imunitas tubuh terhadap suatu antigen, di mana ketika tubuh terpapar dengan suatu antigen (bisa makanan atau hal lain seperti udara dingin) maka tubuh akan menimbulkan reaksi.
“Reaksi tersebut bisa berupa keluhan ringan – berupa gatal-gatal, bentol atau bercak-bercak di kulit – hingga keluhan berat misalnya syok atau pingsan. Yang perlu diketahui penderita adalah apa penyebab atau faktor pencetus yang bisa menimbulkan reaksi alergi,” jelasnya.
Waspadai Reaksi Alergi
Alergi yang berdampak ringan pada bumil tidak akan membahayakan kesehatan bayi dalam kandungan. Tetapi jika alergi tersebut sudah menimbulkan reaksi yang lebih berat misalnya syok atau pingsan tentunya akan berpengaruh pada bayi karena pada kondisi tersebut suplai darah bumil akan lebih banyak dialirkan ke otaknya untuk menjaga suplai oksigen tubuh sehingga suplai darah dan oksigen ke bayi menjadi berkurang yang bisa membahayakan bayi.
Obati Dulu dengan Salep
Dilihat dari tingkat keamanannya, umumnya obat-obatan antihistamin termasuk dalam kategori C, artinya belum terbukti secara klinis menyebabkan kelainan pada kandungan atau bayi.
Tetapi harus diingat bahwa kondisi hamil adalah kondisi yang sangat immunocompromised (daya tahan tubuh rendah) sehingga kejadian alergi akan sesuatu akan lebih sering terjadi. Cara terbaik adalah menghindari faktor pencetusnya.
Akan tetapi, bila alergi sudah telanjur menimbulkan reaksi, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Jika memungkinkan, gatal-gatal bisa diobati dengan salep atau krim yang bersifat lokal atau topikal sehingga efeknya ke bayi bisa ditekan seminimal mungkin. Mengenai obat-obatan oral – termasuk antihistamin - sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsinya.
Agar Bumil Tak Sering Mimpi Buruk
Mimpi buruk adalah pengalaman perasaan yang normal terjadi pada seseorang. (Foto: Google)
Mengenai hal ini, psikolog keluarga dari Kidsport Indonesia Anna Surti Ariani SPsi mengatakan, sebenarnya mimpi buruk adalah manifestasi dari berbagai pengalaman fisik yang dirasakan (seperti rasa mual ketika hamil) dan pengalaman perasaan yang normal terjadi pada seseorang.
Pengalaman Pertama
Mimpi buruk pada bumil bisa kapan saja terjadi baik pada trimester awal, kedua ataupun ketiga. Biasanya, kehamilan pertama berbeda kondisinya dengan kehamilan berikutnya. Pada pengalaman serba pertama ini, rasa khawatir akan berbagai hal lebih sering dirasakan oleh bumil.
“Rasa khawatir yang bumil alami manusiawi dan wajar mengingat kehamilan ini pengalaman baru baginya. Hamil, melahirkan dan mempunyai anak merupakan pengalaman yang akan dirasakan seumur hidup. Dan tentunya, bumil merasa harus bertanggung jawab sampai kapanpun,” ulasnya.
Nah, beberapa calon ibu baru - sadar atau tidak - khawatir apakah kelak sanggup melewati masa kehamilan, melahirkan atau menjalankan perannya sebagai ibu dengan lancar. Kekhawatiran inilah yang menjadikan diri tidak stabil sehingga dapat memicu terjadinya mimpi buruk saat tidur.
Jangan Paksakan Diri
Kendati begitu, saat akan tidur, jangan sekali-kali memaksakan diri untuk hanya bisa bermimpi bagus atau berusaha terlalu keras untuk tidak bermimpi sama sekali.
Hadapi saja dengan sikap yang tenang. Kembalikan stabilitas dan keseimbangan diri dengan berusaha berpikir positif. Karena mimpi juga tidak bisa dihindari kedatangannya, maka yang bisa dilakukan bumil adalah menghindari efek buruk dari kondisi ini.
Tetap Cukup Istirahat
Akibat mimpi buruk, sebagian bumil jadi terbangun di pagi buta dan memilih untuk tidak tidur lagi karena takut akan kembali bermimpi. Akibatnya, bumil jadi kurang tidur.
Sebaliknya juga bisa terjadi, bumil cenderung menunda tidur malam agar tak sampai mengalami mimpi buruk. Usaha menunda atau mengurangi tidur ini dapat berakibat buruk pada tubuh bumil dan janin karena kurangnya waktu istirahat. Kondisi emosi bumil juga jadi labil dan hal ini bisa berefek negatif pada perkembangan emosi janin.
Walau terasa agak meresahkan dan menyeramkan, harus disadari bahwa mimpi buruk merupakan hal yang normal terjadi bagi siapapun yang sedang merasa khawatir akan suatu hal. Tak perlu merasa menyesal karena punya banyak mimpi yang buruk.
Kiat Atasi Pengaruh Mimpi Buruk
1. Selalu berpikir positif. Sadarilah bahwa mimpi buruk dapat terjadi karena berbagai kekhawatiran mengenai kondisi kehamilan.
2. Jangan biarkan efek negatif terjadi pada diri Moms, seperti takut tidur yang akhirnya menyebabkan kurangnya waktu istirahat.
3. Bersikaplah tenang dan dekatkan diri pada Tuhan. Jangan biarkan mimpi buruk mengganggu kehidupan nyata. Bila terbangun akibat mimpi buruk, usahakan kembali tidur. Bila susah, cobalah mencuri waktu untuk beristirahat pada siang hari untuk mengembalikan kondisi tubuh yang kurang fit karena kurang tidur.
4. Sharing dengan banyak teman yang berpikiran positif akan sangat membantu. Atau, berbagi perasaan serta pengalaman dengan teman-teman yang mempunyai pengalaman melahirkan dan mempunyai anak agar mengurangi beban perasaan.
Sabtu, 20 November 2010
2011, Titik Balik Serangan Malware ke Ponsel
TORONTO - Tahun 2011 diperkirakan akan menjadi puncak gelombang serangan program-program jahat ke ponsel cerdas. Pengguna smartphone diharapkan siap mengantisipasi serangan-serangan tersebut dengan melindungi perangkat genggamnya melalui software antivirus.
Hal itu diungkapkan CEO vendor antivirus McAfee Dave DeWalt pada Acara SC Congress Canada, di Toronto, Kanada. Demikian dilansir Cellular-news, Jumat (19/11/2010).
"Tahun depan akan menandai titik balik dari ancaman aplikasi mobile," kata DeWalt.
Di masa lalu orang mungkin hanya berupaya untuk melindungi email. Dan email dianggap sebagai masalah keamanan utama yang terkait dengan smartphone.
"Tapi sekarang ribuan aplikasi pihak ketiga yang tersedia menimbulkan risiko dari ancaman malware atau pencurian informasi pribadi," tambah DeWalt.
Selanjutnya ia mengungkapkan, tantangan ini akan terus meningkat di masa depan karena semakin banyaknya perangkat yang terhubung ke jaringan perusahaan. Penyedia solusi keamanan saat ini juga sedang berjuang untuk menghalau dan menemukan cara mengatasi ancaman tersebut.
Sementara itu sejumlah ahli keamanan mengatakan, tantangan baru lainnya dari pertumbuhan eksponensial malware adalah pergeseran motivasi dari penjahat dunia maya. Di masa lalu penjahat hanya mencari ketenaran tapi dewasa ini niat mereka sebagian besar termotivasi masalah finansial.
Selain itu mereka juga mencari data intelijen atas nama negara-bangsa, mencuri kekayaan intelektual atau terlibat dalam cyberterorism.
Langganan:
Postingan (Atom)