Minggu, 17 Oktober 2010

Ilmu Budaya Dasar - Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan Palu.

Sejarah

Wilayah provinsi Sulawesi Tengah, sebelum jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda, merupakan sebuah Pemerintahan Kerajaan yang terdiri atas 15 kerajaan di bawah kepemimpinan para raja yang selanjutnya dalam sejarah Sulawesi Tengah dikenal dengan julukan Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat.

Semenjak tahun 1905, wilayah Sulawesi Tengah seluruhnya jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda, dari Tujuh Kerajaan Di Timur dan Delapan Kerajaan Di Barat, kemudian oleh Pemerintah Hindia Belanda dijadikan Landschap-landschap atau Pusat-pusat Pemerintahan Hindia Belanda yang meliputi, antara lain:

1. Poso Lage di Poso
2. Lore di Wianga
3. Tojo di Ampana
4. Pulau Una-una di Una-una
5. Bungku di Bungku
6. Mori di Kolonodale
7. Banggai di Luwuk
8. Parigi di Parigi
9. Moutong di Tinombo
10. Tawaeli di Tawaeli
11. Banawa di Donggala
12. Palu di Palu
13. Sigi/Dolo di Biromaru
14. Kulawi di Kulawi
15. Tolitoli di Tolitoli

Dalam perkembangannya, ketika Pemerintahan Hindia Belanda jatuh dan sudah tidak berkuasa lagi di Sulawesi Tengah serta seluruh Indonesia, Pemerintah Pusat kemudian membagi wilayah Sulawesi Tengah menjadi 3 (tiga) bagian yakni:

1. Sulawesi Tengah bagian Barat, meliputi wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Tolitoli. Pembagian wilayah ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi.
2. Sulawesi Tengah bagian Tengah (Teluk Tomini), masuk Wilayah Karesidenan Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1919, seluruh Wilayah Sulawesi Tengah masuk Wilayah Karesidenen Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1940, Sulawesi Tengah dibagi menjadi 2 Afdeeling yaitu Afdeeling Donggala yang meliputi Tujuh Onder Afdeeling dan Lima Belas Swapraja.
3. Sulawesi Tengah bagian Timur (Teluk Tolo) masuk Wilayah Karesedenan Sulawesi Timur Bau-bau.

Tahun 1964 dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 1964 terbentuklah Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang meliputi empat kabupaten yaitu Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Tolitoli. Selanjutnya Pemerintah Pusat menetapkan Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Provinsi yang otonom berdiri sendiri yang ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Pembentukan Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dan selanjutnya tanggal pembentukan tersebut diperingati sebagai Hari Lahirnya Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengan perkembangan Sistem Pemerintahan dan tutunan Masyarakat dalam era Reformasi yang menginginkan adanya pemekaran Wilayah menjadi Kabupaten, maka Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2000 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Buol, Morowali dan Banggai Kepulauan. Kemudian melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2002 oleh Pemerintah Pusat terbentuk lagi 2 Kabupaten baru di Provinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tojo Una-Una. Kini berdasarkan pemekaran wilayah kabupaten, provinsi ini terbagi menjadi 10 daerah, yaitu 9 kabupaten dan 1 kota.

Sulawesi Tengah juga memiliki beberapa sungai, diantaranya sungai Lariang yang terkenal sebagai arena arung jeram, sungai Gumbasa dan sungai Palu. Juga terdapat danau yang menjadi obyek wisata terkenal yakni Danau Poso dan Danau Lindu.

Sulawesi Tengah memiliki beberapa kawasan konservasi seperti suaka alam, suaka margasatwa dan hutan lindung yang memiliki keunikan flora dan fauna yang sekaligus menjadi obyek penelitian bagi para ilmuwan dan naturalis.

Ibukota Sulawesi Tengah adalah Palu. Kota ini terletak di Teluk Palu dan terbagi dua oleh Sungai Palu yang membujur dari Lembah Palu dan bermuara di laut.

Penduduk asli Sulawesi Tengah terdiri atas 15 kelompok etnis atau suku, yaitu:

1. Etnis Kaili berdiam di kabupaten Donggala dan kota Palu
2. Etnis Kulawi berdiam di kabupaten Donggala
3. Etnis Lore berdiam di kabupaten Poso
4. Etnis Pamona berdiam di kabupaten Poso
5. Etnis Mori berdiam di kabupaten Morowali
6. Etnis Bungku berdiam di kabupaten Morowali
7. Etnis Saluan atau Loinang berdiam di kabupaten Banggai
8. Etnis Balantak berdiam di kabupaten Banggai
9. Etnis Mamasa berdiam di kabupaten Banggai
10. Etnis Taa berdiam di kabupaten Banggai
11. Etnis Bare'e berdiam di kabupaten Touna
12. Etnis Banggai berdiam di Banggai Kepulauan
13. Etnis Buol mendiami kabupaten Buol
14. Etnis Tolitoli berdiam di kabupaten Tolitoli
15. Etnis Tomini mendiami kabupaten Parigi Moutong
16. Etnis Dampal berdiam di Dampal, kabupaten Tolitoli
17. Etnis Dondo berdiam di [Dondo[kabupaten Tolitoli]]
18. Etnis Pendau berdiam di kabupaten Tolitoli
19. Etnis Dampelas berdiam di [[kabupaten Donggala]

Disamping 12 kelompok etnis, ada beberapa suku hidup di daerah pegunungan seperti suku Da'a di Donggala, suku Wana di Morowali, suku Seasea di Banggai dan suku Daya di Buol Tolitoli. Meskipun masyarakat Sulawesi Tengah memiliki sekitar 22 bahasa yang saling berbeda antara suku yang satu dengan yang lainnya, namun masyarakat dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pengantar sehari-hari.

Selain penduduk asli, Sulawesi Tengah dihuni pula oleh transmigran seperti dari Bali, Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Suku pendatang yang juga banyak mendiami wilayah Sulawesi Tengah adalah Bugis, Makasar dan Toraja serta etnis lainnya di Indonesia sejak awal abad ke 19 dan sudah membaur. Jumlah penduduk di daerah ini sekitar 2.128.000 jiwa yang mayoritas beragama Islam, lainnya Kristen, Hindu dan Budha. Tingkat toleransi beragama sangat tinggi dan semangat gotong-royong yang kuat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.

Pertanian merupakan sumber utama mata pencaharian penduduk dengan padi sebagai tanaman utama. Kopi, kelapa, kakao dan cengkeh merupakan tanaman perdagangan unggulan daerah ini dan hasil hutan berupa rotan, beberapa macam kayu seperti agatis, ebony dan meranti yang merupakan andalan Sulawesi Tengah.

Masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan diketuai oleh ketua adat disamping pimpinan pemerintahan seperti Kepala Desa. Ketua adat menetapkan hukum adat dan denda berupa kerbau bagi yang melanggar. Umumnya masyarakat yang jujur dan ramah sering mengadakan upacara untuk menyambut para tamu seperti persembahan ayam putih, beras, telur dan tuak yang difermentasikan dan disimpan dalam bambu.

Budaya

Sulawesi Tengah kaya akan budaya yang diwariskan secara turun temurun. Tradisi yang menyangkut aspek kehidupan dipelihara dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kepercayaan lama adalah warisan budaya yang tetap terpelihara dan dilakukan dalam beberapa bentuk dengan berbagai pengaruh modern serta pengaruh agama.

Karena banyak kelompok etnis mendiami Sulawesi Tengah, maka terdapat pula banyak perbedaan di antara etnis tersebut yang merupakan kekhasan yang harmonis dalam masyarakat. Mereka yang tinggal di pantai bagian barat kabupaten Donggala telah bercampur dengan masyarakat Bugis dari Sulawesi Selatan dan masyarakat Gorontalo. Di bagian timur pulau Sulawesi, juga terdapat pengaruh kuat Gorontalo dan Manado, terlihat dari dialek daerah Luwuk, dan sebaran suku Gorontalo di kecamatan Bualemo yang cukup dominan.

Ada juga pengaruh dari Sumatera Barat seperti nampak dalam dekorasi upacara perkawinan. Kabupaten Donggala memiliki tradisi menenun kain warisan zaman Hindu. Pusat-pusat penenunan terdapat di Donggala Kodi, Watusampu, Palu, Tawaeli dan Banawa. Sistem tenun ikat ganda yang merupakan teknik spesial yang bermotif Bali, India dan Jepang masih dapat ditemukan.

Sementara masyarakat pegunungan memiliki budaya tersendiri yang banyak dipengaruhi suku Toraja, Sulawesi Selatan. Meski demikian, tradisi, adat, model pakaian dan arsitektur rumah berbeda dengan Toraja, seperti contohnya ialah mereka menggunakan kulit beringin sebagai pakaian penghangat badan. Rumah tradisional Sulawesi Tengah terbuat dari tiang dan dinding kayu yang beratap ilalang hanya memiliki satu ruang besar. Lobo atau duhunga merupakan ruang bersama atau aula yang digunakan untuk festival atau upacara, sedangkan Tambi merupakan rumah tempat tinggal. Selain rumah, ada pula lumbung padi yang disebut Gampiri.

Buya atau sarung seperti model Eropa hingga sepanjang pinggang dan keraba semacam blus yang dilengkapi dengan benang emas. Tali atau mahkota pada kepala diduga merupakan pengaruh kerajaan Eropa. Baju banjara yang disulam dengan benang emas merupakan baju laki-laki yang panjangnya hingga lutut. Daster atau sarung sutra yang membujur sepanjang dada hingga bahu, mahkota kepala yang berwarna-warni dan parang yang diselip di pinggang melengkapi pakaian adat.

Kesenian

Musik dan tarian di Sulawesi Tengah bervariasi antara daerah yang satu dengan lainnya. Musik tradisional memiliki instrume seperti suling, gong dan gendang. Alat musik ini lebih berfungsi sebagai hiburan dan bukan sebagai bagian ritual keagamaan. Di wilayah beretnis Kaili sekitar pantai barat - waino - musik tradisional - ditampilkan ketika ada upacara kematian. Kesenian ini telah dikembangkan dalam bentuk yang lebih populer bagi para pemuda sebagai sarana mencari pasangan di suatu keramaian. Banyak tarian yang berasal dari kepercayaan keagamaan dan ditampilkan ketika festival.

Tari masyarakat yang terkenal adalah Dero yang berasal dari masyarakat Pamona, kabupaten Poso dan kemudian diikuti masyarakat Kulawi, kabupaten Donggala. Tarian dero khusus ditampilkan ketika musim panen, upacara penyambutan tamu, syukuran dan hari-hari besar tertentu. Dero adalah salah satu tarian dimana laki-laki dan perempuan berpegangan tangan dan membentuk lingkaran. Tarian ini bukan warisan leluhur tetapi merupakan kebiasaan selama pendudukan jepang di Indonesia ketika Perang Dunia II.

Agama

Penduduk Sulawesi Tengah sebagian besar memeluk agama Islam. Tercatat 72.36% penduduk memeluk agama Islam, 24.51% memeluk agama Kristen dan 3.13% memeluk agama Hindu dan Budha. Islam disebarkan di Sulawesi Tengah oleh Datuk Karamah, seorang ulama dari Sumatera Barat dan diteruskan oleh Said ldrus Salim Aldjufri - seorang guru pada sekolah Alkhairaat.

Agama Kristen pertama kali disebarkan di kabupaten Poso dan bagian selatan Donggala oleh missioner Belanda A.C Cruyt dan Adrian.

lklim

Garis khatulistiwa yang melintasi semenanjung bagian utara di Sulawesi Tengah membuat iklim daerah ini tropis. Akan tetapi berbeda dengan Jawa dan Bali serta sebagian pulau Sumatera, musim hujan di Sulawesi Tengah antara bulan April dan September sedangkan musim kemarau antara Oktober hingga Maret. Rata-rata curah hujan berkisar antara 800 sampai 3.000 milimeter per tahun yang termasuk curah hujan terendah di Indonesia.

Temperatur berkisar antara 25 sampai 31° Celsius untuk dataran dan pantai dengan tingkat kelembaban antara 71 sampai 76%. Di daerah pegunungan suhu dapat mencapai 16 sampai 22' Celsius.

Flora dan Fauna

Sulawesi merupakan zona perbatasan unik di wilayah Asia Oceania, dimana Flora dan Faunanya berbeda jauh dengan Flora dan Fauna Asia yang terbentang di Asia dengan batas Kalimantan, juga berbeda dengan Flora dan Fauna Oceania yang berada di Australia hingga Papua dan Pulau timor. Garis maya yg membatasi zona ini disebut Wallace Line, sementara kekhasan Flora dan Faunanya disebut Wallacea, karena teori ini di kemukakan oleh Wallace seorang peneliti Inggris yang turut menemukan teori evolusi bersama Darwin. Sulawesi memiliki flora dan fauna tersendiri. Binatang khas pulau ini adalah anoa yang mirip kerbau, babirusa yang berbulu sedikit dan memiliki taring pada mulutnya, tersier, monyet tonkena Sulawesi, kuskus marsupial Sulawesi yang berwarna-warni yang merupakan varitas binatang berkantung, serta burung maleo yang bertelur pada pasir yang panas.

Hutan Sulawesi juga memiliki ciri tersendiri, didominasi oleh kayu agatis yang berbeda dengan Sunda Besar yang didominasi oleh pinang-pinangan (spesies rhododenron). Variasi flora dan fauna merupakan obyek penelitian dan pengkajian ilmiah. Untuk melindungi flora dan fauna, telah ditetapkan taman nasional dan suaka alam seperti Taman Nasional Lore Lindu, Cagar Alam Morowali, Cagar Alam Tanjung Api dan terakhir adalah Suaka Margasatwa di Bangkiriang.

Senjata Tradisional

Parang (Guma)


Sabtu, 16 Oktober 2010

Indonesia Unggul Sebagai Pemakai Teknologi, Bukan Produsen

Masyarakat Indonesia dinilai belum cukup mampu menciptakan produk teknologi canggih atau sebagai produsen teknologi. Hal itu disebabkan oleh sedikitnya modal dan kesempatan untuk mengembangkan teknologi.

Penilaian tersebut disampaikan oleh peraih penghargaan BJ Habibie Technology Award (BJHTA) 2010 Eko Fajar Nurprasetyo (29). Menurutnya, masyarakat Indonesia hanya unggul sebagai pemakai, bukan produsen teknologi.

"Sebagai pemakai, Indonesia bagus sekali. Lihat saja saat ini sudah banyak yang pakai iPad. Tapi sebagai produsen, Indonesia sangat menyedihkan. Coba bisa dilihat teknologi yang diproduksi di sini, sangat jarang. Orang kita tidak diberi kesempatan,” tutur pria kelahiran Ciputat, 26 September 1971 tersebut kepada okezone, Jumat (01/10/10).

Pemerintah, lanjut Eko, seharusnya menganggarkan atau mengalokasi dana memberikan kesempatan kepada teknologi lokal. Teknologi, menurutnya, bukan sebuah produk yang cepat seperti yang diinginkan pemerintah.

"Pemerintah harus mengubah mindsetnya, jangan apa-apa maunya instan, pengen cepet, nanti kita hanya jadi pengguna saja," tegasnya. 

Dengan prestasinya, Eko berhasil mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 25 juta. Eko juga meminta dukungan Pemerintah Kota untuk bekerjasama dengan SMK di Kota Depok mengembangkan kurikulum teknologi.

AS Kembangkan Komputer untuk Penembak Jitu

Para penembak jitu (sniper) di Amerika Serikat akan dilengkapi peralatan komputer yang dapat membantu mereka untuk menembak target secara tepat. Tentu saja, hanya dengan sekali tembakan.

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) telah menggelontorkan dana sekira USD6,9 juta kepada Lockhead Martin, produsen peralatan militer untuk mengembangkan sistem 'One-Shot'. Langkah ini untuk menambah kemampuan akurasi para sniper dalam menembak target.

Sistem ini nantinya akan menyediakan informasi lengkap untuk menghitung variabel-variabel yang memungkinkan peluru bergerak sesuai arah yang diinginkan. Sistem akan menghitung kecepatan peluru, arah angin, tekanan angin, dan kecepatan angin serta jarak tembak. Demikian dilansir Newscom, Senin (4/10/2010).

Teknologi ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2007, namun belum sempurna. Kemungkinan besar, sistem ini juga akan ditambah dengan teknologi laser untuk mengarahkan peluru.

Selain itu, tak hanya sistem komputerisasi saja, tapi Lockhead martin juga akan mengembangkan senapan yang secara akurat dapat menjatuhkan target dengan peluru kaliber 0,308 tunggal dari 1500m.

Lockhead mengungkapkan bahwa dengan bantuan komputer, seburuk-buruknya seorang sniper bisa berhasil menembak 6 sasaran dengan tepat dari 10 tembakan.

Motor Pemadam Kebakaran Pertama di Dunia

Motor Pemadam Kebakaran
Untuk pertama kalinya di Inggris, dua motor pemadam kebakaran akan mulai beroperasi. Motor tersebut akan berfungsi layaknya pemadam kebakaran, namun hanya mengurusi kebakaran kecil.

"Selama ini kebakaran kecil mendominasi total jumlah panggilan yang ada, atau sekira 62 persen. Dulu biasanya kami mengirim satu unit mobil pemadam kebakaran, tapi kami ingin yang lebih cepat. Oleh karena itu kami yakin motor pemadam kebakaran ini sebagai sebuah alternatif yang menarik," ujar Deputy Chief Fire Officer dari Merseyside Fire and Rescue Service, Mike Hagen, seperti dikutip dari Discovery News, Rabu (4/8/2010).

Motor pemadam kebakaran yang saat ini masih dalam tahap ujicoba adalah dua motor RT1200 yang telah dipasang dua buah tanki yang memuat 25 liter air dan selang bercabang sepanjang 30 meter yang bisa mengeluarkan air dan busa. Campuran dari busa dan air dirancang untuk mematikan api dengan cepat.

Motor Pemadam Kebakaran di Inggris adalah yang pertama di dunia. Para pengendara motor bekerja dengan standar keamanan yang sekaligus mempromosikan cara berkendara motor yang aman.

Merseyside Fire and Resque Service juga bekerjasama dengan Universal Carbon Fibres. Kerja sama ini dilakukan untuk memproduksi peralatan keamanan yang memenuhi standar pemadam kebakaran dan standar keamanan bersepeda motor Uni Eropa.

"Motor dan peralatannya telah didesain secara khusus agar aman demi tujuan kami. Kami sekarang akan mencobanya selama enam bulan ke depan untuk berkendara di jalan-jalan Merseyside," ujar Manajer grup Merseyside Fire and Rescue Service.

Mi Instan Aman, asal Jangan Berlebihan

PENARIKAN Indomie berpengawet berbahaya di Taiwan membuat masyarakat cemas. Mereka khawatir Indomie di pasaran Indonesia juga sama saja. Benarkah mi instan berbahaya bagi kesehatan?

Bagi warga Ibu Kota, makanan instan sepertinya sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Kesibukan membuat makanan instan bak dewa penolong. Salah satunya adalah mi instan. Tinggal rebus beberapa menit, tambahkan bumbunya, mi lezat dengan berbagai sensasi rasa pun siap disantap. Tak heran bila mi instan sangat disukai oleh berbagai kalangan, tua, muda, hingga anak-anak.

Namun, para penggemar mi instan kini tengah dilanda rasa kekhawatiran. Apalagi kalau bukan karena berita penarikan Indomie di pasar Taiwan. Salah satu produk mi instan besitan PT Indofood Sukses Mandiri ini disebut-sebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya. Bahan pengawet yang dimaksud adalah Methyl PHydroxybenzoate (nipagin) yang digunakan pada mi dan benzoicacid yang digunakan pada bumbu. Berdasarkan hasil tes Departemen Kesehatan Taiwan, kedua bahan pengawet tersebut tidak lolos dalam klasifikasi barang impor.

Methyl P-Hydroxybenzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik, sedangkan benzoicacid dipakai untuk bahan pengawet makanan, tetapi dilarang dipakai di mi instan,” tutur kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen.

Jika hasil tes Departemen Kesehatan Taiwan menyatakan Indomie mengandung dua bahan pengawet terlarang, maka lain halnya dengan hasil riset Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Menurut BPOM, Indomie sudah dipastikan memenuhi standar dan memastikan mi instan Indomie produksi PT Indofood, aman untuk dikonsumsi. “Produk Indomie di Indonesia sudah terdaftar dan memenuhi persyaratan kesehatan,” tutur Kepala Badan POM, Kustantinah.

Lebih lanjut Kustantinah menuturkan, penggunaan nipagin sebagai bahan pengawet telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 722 /Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan pangan.

”Salah satu bahan tambahan yang diatur adalah nipagin (Methyl P-Hydroxybenzoate) yang berfungsi sebagai pengawet dengan batas maksimum penggunaan. Pengawet memang dibolehkan untuk kosmetik dan obat. Untuk makanan seperti mi instan, asalkan tidak melebihkan kadar maksimum yang ditentukan Badan POM, yakni 250 mg per kg,” ujar dia. Sejauh ini, menurut BPOM, Indomie yang beredar di Indonesia telah memenuhi persyaratan sebagai makanan yang aman untuk dikonsumsi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pakar pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Ir Eddy Setyo Mudjajanto, kedua bahan pengawet yang digunakan oleh produk Indomie adalah jenis yang sangat aman, selama penggunaannya tidak melebihi batas maksimal dari yang ditentukan.

“Selain memperhatikan jenis pengawet apa yang digunakan, jumlahnya juga harus dilihat. Walaupun bahan pengawet ada yang dinyatakan aman digunakan, namun jika penggunaannya melebihi batas yang ditentukan, pasti menjadi tidak aman,” tandasnya.
Selain itu, makanan instan yang digunakan juga dilihat dari seberapa sering bahan tersebut dikonsumsi. Jika makanan instan yang dikonsumsi menggunakan bahan pengawet yang tidak aman dan dikonsumsi dalam jumlah yang sering, maka bukan tidak mungkin penyakit pun akan menghampiri.

“Semakin sibuk seseorang, semakin sering juga dia mengonsumsi makanan instan, itu biasanya terjadi secara otomatis,” tutur dosen Jurusan Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB ini.

Apabila seseorang sering mengonsumsi makanan instan yang mengandung bahan pengawet yang berbahaya, maka secara jangka panjang bisa menyebabkan kanker. Kanker yang diderita pun berbeda-beda, tergantung pada jenis bahan pengawet dan makanan yang masuk ke dalam tubuh. “Kanker yang bisa diderita seperti kanker kulit, kanker payudara, dan lainnya,” paparnya.

Sementara untuk jangka pendek yang dialami apabila seseorang mengonsumsi makanan yang terpapar bahan pengawet adalah bisa menimbulkan infeksi atau keracunan yang bisa menyebabkan iritasi kulit, sakit tenggorokan, diare, pernapasan terganggu, serta sakit kepala atau pusing. “Makan makanan instan memang berisiko,” ujarnya.

Untuk itu, disarankan oleh Eddy, bagi mereka yang gemar mengonsumsi makanan instan, hendaknya diimbangi dengan mengonsumsi antioksidan atau makanan yang bervitamin seperti vitamin A, C, dan E. “Perbanyak sayuran dan buah-buahan apabila susah untuk menghentikan kebiasaan mengonsumsi makanan instan dan selalu berolahraga untuk mendapatkan hidup yang sehat,” saran Direktur Diploma IPB ini.

Televisi Membuat Anak Suka Menyendiri

KETIKA anak-anak tidak terlalu aktif sepanjang hari, risiko gangguan psikologis naik bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. Dampak negatif yang berpengaruh pada masalah psikologis bagi anak yang menonton lebih dari dua jam televisi sehari sekira 70 persen.

Sementara bagi mereka yang menghabiskan lebih dari dua jam di depan komputer, kemungkinan meningkat 81 persen.

”Bagi orangtua, kunci yang harus diperhatikan adalah penggunaan televisi dan komputer terbukti dapat mengganggu kesehatan emosional anak-anak,” kata Mendelsohn.

Namun dia mencatat, studi ini tidak dirancang untuk menginformasikan apakah ada hubungan sebab-akibat antara lamanya waktu menonton televisi dan masalah psikologis, atau apakah anak-anak bermasalah yang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan televisi dan komputer.

”Kami tidak tahu apakah itu masalah psikologis yang menyebabkan anak-anak untuk menjadi penyendiri atau memang ada sesuatu yang berbahaya saat mengonsumsi tayangan televisi dan komputer,” ujar Carolyn Landis, seorang psikolog klinis berlisensi dan seorang profesor pediatri di Rainbow Babies and Children’s Hospital di Cleveland, Amerika Serikat.

”Tapi jika anak Anda selalu ingin menghabiskan lebih dari dua jam sehari –tidak termasuk pekerjaan rumah– di komputer, saya percaya bahwa pasti ada penyebab lain yang mungkin menjadi benang merah dia berlaku seperti itu. Anak pasti akan mengalami depresi dan menolak bertemu muka untuk berinteraksi dengan lingkungan jika dia duduk di depan komputer terus,” kata Landis.

”Namun, ini juga penting untuk diketahui bahwa Anda boleh saja ingin memiliki seorang anak yang benar-benar aktif, dinamis, cerdas, namun masih belum oke buat mereka jika tidak menghabiskan tiga jam sehari nongkrong di depan komputer,” tandasnya

Jangan Anggap Enteng Keluhan Nyeri Sendi

AR merupakan penyakit otoimun yang menyebabkan peradangan sendi kronik. Penyakit otoimun adalah keadaan di mana sistem imun salah mengenal dan malah menyerang jaringan tubuh yang normal.

Pada AR terjadi pula peradangan di organ tubuh lainnya. Meski demikian, AR sebenarnya berbeda dengan penyakit rematik. Namun, rematik akibat peradangan ini sampai sekarang tidak diketahui penyebabnya.

“Besar dugaan karena faktor genetik serta infeksi dan sejumlah faktor lingkungan yang merangsang sistem imun untuk menyerang jaringan tubuh yang normal,” papar Prof Dr Harry Isbagjo SpPDKR pada acara media edukasi dalam rangka memperingati hari Artritis Sedunia di Hotel Borobudur (11/10).

Bukan hanya orangtua yang harus waspada dengan penyakit ini. Kenyataannya, AR menyerang semua usia, namun memang meningkat pada usia muda hingga usia pertengahan. Usia terbanyak penderita penyakit ini adalah antara 5-60 tahun.Wanita juga harus lebih hati-hati, sebab mereka berisiko terkena 3-4 kali lipat. Hal ini dikarenakan pengaruh hormon meski tidak sepenuhnya.

Selain bengkak dan kemerahan, gejala penyakit ini adalah nyeri pada banyak sendi. Kebanyakan sendi yang diserang simetris atau kiri kanan. Misalkan pundak kiri dan kanan atau kedua bagian tangan.

Ciri khas lainnya, adanya benjolan-benjolan (nodul rematik) serta rasa kelelahan. Di Indonesia, penyakit ini menyerang semua etnik dengan angka kejadian berbeda, yakni antara 0,3 hingga 5%. Sementara itu, 20-300 orang dari 100.000 orang per tahun terkena AR.

Jadi, bisa dikatakan ada sekitar 360.000 pasien AR di Indonesia. Bandingkan dengan prevalensi penderita asam urat ataupun osteoartritis. Meskipun prevalensi penderita AR terbilang rendah, namun penyakit ini sangat progresif.

Beban yang harus dihadapi penderita AR pun cukup berat. Sekitar 70% penderita AR mengaku terserang nyeri sendi setiap hari,kaku sendi,serta menurunnya kualitas hidup yakni 88–98% penderita AR kelelahan berkepanjangan akibat nyeri dan penyakit sistemik (anema, depresi).

Yang lebih parah lagi,penyakit ini dapat berujung pada kecacatan, disablitas, dan handicap. Kerusakan sendi sudah mulai terjadi pada enam bulan pertama terserang penyakit ini. Cacat terjadi 2-3 tahun bila tidak diobati.

Sayangnya, Harry mengatakan, banyak di antara pasien yang datang sudah dalam keadaan cacat sehingga sulit untuk disembuhkan. Dikatakan guru besar Divisi Reumatologi FKUI/RSCM ini, di samping beban yang harus dihadapi, ada sejumlah tantangan lain yang juga menghadang pasien AR.

Di antaranya risiko penyakit jantung 2x lipat dan 70% mengalami stroke, 70% pasien mengalami infeksi, risiko osteoporosis lebih tinggi, hingga risiko terkena kanker getah bening sampai 25x lipat.

“Jadi, pasien bisa saja meninggal bukan karena rematiknya, namun karena jantung,” ungkap Dr Bambang Setiyohadi SpPD KR.

Belum ada obat yang dapat menyembuhkanpenyakittersebut. Hingga kini dokter di seluruh dunia sedang mengusahakannya. Namun, pasien bisa dikondisikan tidak membutuhkan obat-obatan dalam jangka panjang.

Hal ini guna tercapainya remisi, dengan cara mengurangi nyeri, mengurangi inflamasi atau peradangan, menghentikan kerusakan sendi, memperbaiki fungsi sendi, dan membuat pasien nyaman. Bambang pun menyarankan kepada penderita AR untuk menjalani terapi secara dini dan agresif.

Namun perlu diketahui, terapi tidak dapat memperbaiki kerusakan yang telah terjadi atau menyembuhkan penyakitnya. Namun, pengobatan dini terbukti menentukan keberhasilan terapi. Sementara pengobatan agresif dapat memperbaiki fungsi sendi, mencegah cacat, dan disabilitas.

“Pengobatan juga akan lebih berhasil bila ada kerja sama antara dokter, pasien, dan anggota keluarga,” kata Bambang.

Ada dua macam pengobatan AR yakni farmakologik dan nonfarmakologik. Obat farmakologik seperti penghilang nyeri dan radang ataupun obat pengubah perjalanan. Obat-obatan ini bersifat simtomatik atau hanya mengurangi gejala semata. Seperti mencegah kerusakan sendi, namun dengan efek samping yang besar.

Contohnya, kerusakan pada lambung atau muntah darah. Namun sejak ada disease modifying arthritis rheumatoid drug (DMARD) konvensional, efek samping ini dapat teratasi. Adapun nonfarmakologik merupakan terapi yang meliputi proteksi sendi, fisioterapi, rehabilitasi, psikoterapi, hingga pembedahan

Cegah SIDS, Biasakan Bayi Tidur Telentang!

PERNAHKAH Anda mendengar bayi yang tampak sehat dan tak pernah sakit meninggal tiba-tiba? Kejadian bayi yang meninggal secara tiba-tiba itu disebut Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab SIDS. Kematian itu benar-benar mendadak. Itulah mengapa disebut sindrom.

"Definisi tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Unexpected. Tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Makanya dikatakan sindrom," kata dr Elizabeth Hutapea, SpA dari Rumah Sakit Royal Taruma, Grogol, Jakarta Barat.

Sekali lagi, kematian ini benar-benar mendadak. Tak ada gejala sebelumnya. Biasanya data-data yang dikumpulkan dari anamnesis (wawancara dengan pasien) juga tidak menunjukkan hal yang aneh. Semua terlihat baik-baik saja.

"Kalau diamenesis, ya, itu enggak ada yang aneh. Beda kalau bukan sindrom. Kalau itu (bukan sindrom), meninggal tapi sebelumnya ada demam atau kelainan pada organ," imbuhnya.

Lalu bagaimana SIDS bisa terjadi? Mengingat ini adalah sindrom, semua teori yang merujuk pada SIDS bersifat hipotesis. Di luar negeri, kematian mendadak ini bisa dijelaskan setelah dilakukan otopsi pada mayat bayi.

Dan hingga kini pada umumnya, SIDS disebabkan adanya kelainan pada pengaturan sistem otonom dalam tubuh. Padahal kita tahu bahwa sistem otonom dalam tubuh mencakup beberapa sistem, di antaranya sistem pengaturan napas, sistem pengaturan termal, dan sistem pengaturan pusat jantung. Dan yang paling penting, keterkaitan batang otak dengan sensitivitas dari reseptor.

"Batang otak ada hubungannya dengan sensitivitas dari kemo reseptor. Jadi, tubuh kita itu kan sebenarnya punya reaksi atau respon," jelas dr Elizabeth.

Pada keadaan normal, sensitivitas bekerja bila tubuh mendapatkan rangsangan dari lingkungan. Tapi pada kasus SIDS tidak demikian. Respon terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar tidak cukup aktif atau bahkan tidak aktif bekerja. "Jadi respon dia terganggu. Respon terhadap rangsangan lingkungan," imbuhnya.

Contohnya, kebanyakan bayi normal akan merespon rangsangan dari luar dengan bernapas lebih cepat kalau jumlah oksigen di lingkungan sekitar sedikit. Begitu juga sebaliknya. Tapi pada kasus SIDS tidak demikian. Bayi akan menunjukkan tingkah yang normal dan tidak bereaksi walaupun oksigen sedikit. Atau juga sebaliknya.

"Itu (sensitivitas) yang terganggu. Anaknya sih fine aja. Tahu-tahu sudah mati aja," katanya.

Hingga saat ini tercatat bahwa bayi berusia 0-4 bulan rentan terhadap SIDS karena bayi dalam rentang usia tersebut masih sangat rentan terhadap rangsangan dari luar.

"Kalau bayi semakin muda usianya, kemampuan adaptasi terhadap lingkungan juga tidak sebaik pada anak-anak (lebih besar), meskipun normal. Apalagi sudah ditambah dengan adanya permasalahan pada sistem pusatnya, ya. Akan lebih rentan lagi," lanjut dr Elizabeth.

Berarti yang usia di atas 4 bulan aman? Ternyata tidak. Kemungkinan terjadinya SIDS tetap ada. "Enggak ada patokan bahwa pada usia lebih dari 4 bulan itu berarti aman. Tidak demikian. Jadi berdasarkan penelitian epidemiologi, yang meninggal karena SIDS itu kebanyakan bayi usia 0-4 bulan," terangnya.

Lantas bagaimana cara mencegah SIDS? Ini akan sulit dilakukan mengingat penyebabnya tidak diketahui. Tambahan lagi, tak ada orangtua yang secara pasti mengetahui adanya kelainan sistem pengaturan otonom di batang otak anaknya. Namun, dari kasus-kasus SIDS yang terjadi, sebenarnya bisa diketahui faktor-faktor risiko. Dengan demikian bisa dilakukan tindak pencegahan.

Berdasarkan penelitian, faktor-faktor risiko tersebut antara lain, bayi lahir prematur, riwayat SIDS dari saudara kandung, banyak anak, ibunya perokok, dan ibunya berusia muda. Dari sekian banyak, ada satu faktor yang diduga juga menjadi penyebab terjadinya SIDS, yaitu tidur tengkurap.

"Dulu ada penelitian di luar negeri. Dulu kan ada kecenderungan tidur posisi tengkurap. Ternyata tingkat kematian karena SIDS lebih tinggi. Kemudian ada kampanye untuk tidur telentang dan angka kematian karena SIDS menurun. Dan perbedaannya sangat berarti. Sehingga ada dugaan tidur tengkurap ada kaitannya dengan SIDS. Tetapi enggak bisa dijelaskan. Kemungkinan saat tidur tengkurap, bayi lebih susah bernapas. Mungkin ya," jelas Elizabeth.

Kemudian yang diduga masih berhubungan dengan sistem pernapasan adalah bantal atau selimut yang lembut. Menurut dr Elizabeth, Selimut atau bantal yang lembut cenderung mengikuti bentuk permukaan tubuh, sehingga bisa menutupi saluran pernapasan.

"Mungkin hubungannya dengan sistem pengaturan napas, ya. Jadi tertutup. Ketutup sedikit mungkin dia (bayi) enggak ada respon, diam saja. Kalau bayi yang enggak ada gangguan sensitivitas pengaturan napas, pasti dia akan heboh merespon. Paling enggak, menggeliat, atau berbunyi sehingga masih bisa tertolong. Nah, kalau bayi itu SIDS memang sensitivitasnya terhadap masalah kekurangan oksigen dan segala macamnya memang agak terganggu. Jadi, walaupun tertutup, dia akan tetap tenang saja. Tahu-tahu sudah meninggal," ungkapnya.(Genie/Genie/nsa)

10 Makanan Beracun Yang Sering Kita Makan

Kita banyak yang tidak mengetahui kandungan yang ada pada makanan yang sering kita makan, padahal banyak sekali makanan yang mempunyai kandungan zat yang berbahaya bagi tubuh dan yang lebih menarik adalah ternyata banyak sekali makanan yang mengandung racun tetapi sering kita makan, nah di bawah ini adalah 10 makanan beracun yang sering kita makan.

1. Tomat
Banyak diantara kita yang tidak tau bahwa tomat ternyata beracun. Walau buah tomatnya sendiri tidak beracun, tetapi daun dan ranting tanaman tomat mengandung glycoalkaloid yang bisa mengakibatkan sakit perut dan gugup. Daun dan ranting tomat bisa digunakan dalam memasak, tapi tidak bisa dimakan. Glycoalkaloid ini adalah racun yang kuat yang bahkan digunakan untuk mengontrol pes.

http://magazindo.com/wp-content/uploads/79b0_TomatoPrincipeBorghese.jpg
2. Apel
Apel sangatlah terkanal sebagai buah yang enak dan sehat tetapi taukah anda bahwa apel mengandung Cyanide/ sianida, walaupun hanya dalam jumlah sedikit. Kandungan sianida ini terdapat di dalam biji apel. Walaupun memakan semua biji yang ada dalam 1 apel tidak akan mematikan, tetapi adalah sesuatu hal yang harus dijauhi. Karena bila anda memakannya dalam jumlah tertentu, akan mengakibatkan komplikasi

3. Cheri
Cheri adalah makanan yang bisa dimakan paling bervariasi. Bisa dimakan mentah, dibakar, dijadikan manisan, bahkan di dalam minuman keras. Walaupun Cheri terkenal enak, buah ini mengandung racun hidrogen sianida. Kalau pip cheri ini terkunyah atau hancur secara tidak sengaja, ia akan mengeluarkan hidrogen sianida. Keracunan hidrogen sianida dalam dosis kecil akan mengakibatkan pusing, kebingungan, dan muntah. Keracunan dalam dosis yang besar akan mengakibarkan kesulatan bernafas, kenaikan tekanan darah dan detak jantung, bahkan gagal ginjal yang bisa mengakibatkan koma dan juga kematian karena saluran pernafasan.

http://magazindo.com/wp-content/uploads/e525_almond.jpg
4. Almond
Walaupun orang menyebutnya kacang Almond sebenarnya adalah biji-bijian, yang sangat terkenal di dunia. Seperti hal nya Apel, Almond juga mengadung sianida. Almond ini sangat beracun bila tidak diproses di panas yang benar untuk mengeluarkan racun nya. Di banyak negara, Almond ini dilarang dijual sebelum diproses untuk mengeluarkan racun sianida darinya.

5. Kentang
Pasti semua dari kita sudah pernah mendengar bahkan memakan kentang. Yang belum kita dengar mungkin adalah bahwa kentang ini beracun. Ranting dan daun bahkan kentang nya sendiri beracun. Kalau anda pernah perhatikan kentang lebih dekat, kemungkinan besar dari kita pernah melihat kentang yang agak kehijau-hijauan. Ini adalah disebabkan oleh racun glycoalkaloid. Dalam sejarah, kematian akibat kentang ini pernah terjadi walaupun jarang.
Kebanyakan adalah karena meminum teh daun kentang atau memakan kentang yang kehijau-hijauan. Kematian ini tidak datang secara cepat dan mendadak, tetapi bisanya korban nya akan menjadi lemas dan kemudian jatuh koma. Oleh sebab itu, janganlah mengkonsumsi kentang yang mempunya bulatan seperti bola mata hijau, kulit kehijau-hijauan, atau yang telah berakar. Buanglah kentang-kentang tersebut daripada menyajikan nya.

http://magazindo.com/wp-content/uploads/4360_cabai2.jpg
6. Cabe
Sepertinya tidak ada seorang pun diantara kita yang tidak pernah memakan cabe. Apapun jenis cabe tersebut (cabe rawit, keriting, hijau, dsb) mengandung bahan kimia yang disebut capsaicin. Capsaicin inilah yang bikin cabe itu menjadi pedas. Kimia ini sangalah keras dimana bisa digunakan untuk menghilangkan cat, bahkan digunakan sebagai �pepper spray� yang bisa membutakan mata. Bilan capsaicin ini dimana dalam jumlah tertentu, akan menyebabkan kematian.

7. Kacang Monyet
Seperti halnya almond, kacang monyet ini sebenarnya bukanlah kacang melainkan adalah biji-bijian. Pada saat anda membli kacang monyet yang mentah, sebenarnya kacang tersebut sudahlah tidak mentah tetapi sudah dikukus terlebih dahulu. Ini dikarenakan, kacang ini mengandung racun urushiol yang harus di kukus dulu untuk menghilangkan racun tersebut. Keracunan kacang monyet ini sangat jarang, tetapi orang-orang yang bekerja di pabrik untuk memisahkan kacang monyet dari kulitnya kadang mengalami efek samping yang disebabkan oleh racun urushiol.

8. Jamur
Ada sekitar 5000 jenis jamur di Amerika dan sekitar 100 disebut beracun dan kurang dari selusin adalah jamur yang memtikan. Secara umum, jamur bisa mengakibatkan gangguan gas dalam pencernaan usus bagi yang alergi terhadapnya. Karena banyaknya jenis jamur yang ada didunia, sangatlah susah untuk mengetahui persis yang mana yg beracun. Pada dasarnya, jamur yang tumbuh secara liar lebih mungkin beracun. Salah satu jenis jamur yang paling beracun adalah �Alpha-amanitin�, yang dapat merusak lever.


http://magazindo.com/wp-content/uploads/281d_puffer-fish.jpg
9. Pufferfish
Ikan Pufferfish adalah veterbrata paling beracun kedua di dunia. Orang Korea dan Jepang paling suka memakan ikan ini. Banyak yang tidak tau bahwa lever dari ikan ini adalah sangan beracun yang dapat mengakibatkan kematian. Racun tersebut dikenal dengan nama tetrodotoxin yang bisa menyebakan darah tinggi, mati rasa yang dan paralysis urat yang bisa menyebabkan kegagalan dalam bernafas dan kematian.

10. Cassava (Yuca)
Mungkin tidak banyak dari kita yang tau makanan ini. Cassava banyak ditemukan di karibean dan Amerika Selatan. Cassava ini bisa dimakan manis ataupun pahit.Makanan ini mengandung cyanogenic glocosides yang ternyata sangat beracun. Dari baunya, cassava akan mengusir serangga bahkan juga binatang, dan kalau tidak di proses secara benar akan mengakibatkan kematian.


sumber: http://all-mistery.blogspot.com/2010/07/10-makanan-beracun-yang-sering-kita.html

Jumat, 15 Oktober 2010

6 Manfaat dari daun pepaya untuk tubuh manusia

Daun pepaya ternyata memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Jangan salah paham dibalik rasa pahitnya ternyata menyimpan khasiat yang begitu banyak. Dan apa sajakah itu? Kita tahu kalau buah pepaya juga bagus untuk tubuh, namun daunnya juga tidak boleh diremehkan. Berikut beberapa manfaat daun pepaya yang wajib anda tahu :
1. Sebagai Obat jerawat.
Bagi kamu yang merasa tidak pede mempunyai wajah berjerawat. Terutama bagi wanita yang selalu memperhatikan kecantikan. Daun pepaya dapat mengobatinya yaitu dengan membuatnya menjadi masker.
Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu.
2. Manfaat Memperlancar pencernaan
Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.
3. Menambah nafsu makan
Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.
4. Demam berdarah
Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal tiperempatnya saja.jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama!
5. Nyeri haid
Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.
6.Anti kanker
Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).